Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
13 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
17 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
9 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
Home  /  Berita  /  Badminton

Cegah LGBT, Kemenag Sumbar Kerahkan 2.000 Penyuluh Agama

Cegah LGBT, Kemenag Sumbar Kerahkan 2.000 Penyuluh Agama
Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri.
Rabu, 05 Desember 2018 10:03 WIB
LUBUKBASUNG - Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Barat, mengerahkan 2.000 penyuluh agama di semua kabupaten dan kota untuk mencegah perkembangan kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di provinsi itu.

"Para penyuluh kami kerahkan setelah munculnya LGBT di Sumbar. Sebelumnya, mereka telah dikumpulkan dan dibekali dalam mencegah perkembangan kelompok LGBT tersebut," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar Hendri di Lubukbasung, Selasa (5/11/2018) seperti dilansir Republika.co.id yang mengutip Antara.

Dia mengatakan, para penyuluh itu terdiri dari penyuluh agama honorer 1.400 orang dan penyuluh agama fungsional 600 orang. Mereka itu tersebar pada 19 kabupaten dan kota di Sumbar atau delapan orang penyuluh setiap kecamatan.

“Tugas mereka memberikan penyuluh kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak LGBT tersebut,” tutur dia.

Dia menjelaskan, selain itu memberikan informasi keagamaan, konsultasi tentang agama, kehidupan berumah tangga dan mendidik masyarakat ke arah yang lebih baik. "Ini bagian dari tugas dari penyuluh agama dan mereka diharapkan bisa mencegah munculnya kelompok LGBT itu," tambah mantan kepala Kantor Kemenag Agam ini.

Selain LGBT, kata dia, para penyuluh itu juga mengantisipasi isu perpecahan umat akibat perbedaan pendapat dan belum maksimalnya kehudupan beragama. "Peran kita untuk menyatukan umat sehingga tidak ada terjadi perpecahan," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumbar Syafril Huda mengatakan peran orang tua, sekolah dan tokoh adat sangat dibutuhkan untuk pencegahan LGBT. "Ini harus disikapi bersama sehingga LGBT berkurang di Sumbar," kata politikus PPP Ini.

Generasi muda, tambahnya, harus diberikan kegiatan yang bersifat positif agar mereka tidak memiliki kesempatan untuk berbuat hal yang dapat merusak diri mereka. Ke depan, DPRD dan Pemprov akan membuat peraturan daerah dan dalam perda itu akan dibuat sanksi yang akan diberikan kepada anggota LGBT.

"LGBT ini persoalan yang harus diperangi karena salah satu penularan HIV/AIDS itu akibat LGBT," kata dia. ***

Editor:arie rf
Sumber:republika.co.id
Kategori:Badminton, PON, Sumatera Barat
wwwwww