Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah: Penguatan Lembaga Parlemen Itu Wajib

Fahri Hamzah: Penguatan Lembaga Parlemen Itu Wajib
Rabu, 05 Desember 2018 14:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan bahwa penguatan lembaga parlemen itu adalah tonggak dari penguatan demokrasi, juga terhadap sistem check and balances.

Maka, penguatan lembaga parlemen itu adalah suatu wajib dan penting sekali.

"Karena sekarang ini kan, kita ribut-ribut terus akibat tidak kuatnya sistem check and balances-nya yang nggak kuat. Sehingga orang perlu membuat lembaga lain untuk mengontrol pemerintah. Lembaga-lembaga semi negara atau lembaga sampir negara," sebut Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Fahri yang juga Ketua Tim Implementasi Reformasi DPR menyatakan hal tersebut, terkait upaya DPR mewujudkan parlemen modern.

Lanjut Pimpinan DPR Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu , kalau DPR nya kuat serta didukung oleh peralatan dan sistem pendukungnya kuat, diyakini lembaga negara bisa lebih disederhanakan.

"Nah, itu yang mau kita capai. Tapi sekali lagi, kalau semau itu selesai, perlu ada leadership. Karena leadership-nya selama ini memang masih di eksekutif, dalam hal ini presiden," ujarnya.

Alasannya, menurut politisi dari PKS itu, peran dari presiden sebagai kepala negara di negara ini kuat sekali. Seorang presiden bisa mengontrol banyak hal termasuk di lembaga DPR.

"Bahkan kadang-kadang eksekutif atau presiden, lebih berpengaruh dari pada anggota atau pimpinan DPR sendiri. Kenapa? Karena sistem kita presidensialisme yang masih sangat kuat," sebut Fahri.***

wwwwww