Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  Badminton

Hidayat Nur Wahid Tawarkan Produk Strategis Indonesia ke Oman

Hidayat Nur Wahid Tawarkan Produk Strategis Indonesia ke Oman
Rabu, 05 Desember 2018 14:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
OMAN - Jarak yang jauh antara Indonesia dan Oman bukan satu halangan bagi kedua negara untuk menjalin persahabatan dan kerja sama.

Jalinan kedua negara sudah dimulai sejak jaman dahulu di mana para saudagar dari Kesultanan Oman berlayar ke nusantara untuk berdagang. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kedatangan mereka ke nusantara juga untuk menyebarkan dan mensyiarkan Islam. Dari kedatangan mereka membuat ada warga Indonesia keturunan Oman. Jalinan yang sudah terbangun sejak dulu itulah yang membuat hubungan Indonesia-Oman tetap baik.

Hal demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) saat berkunjung ke Majelis Negara Oman (MNA), Muskat, Oman, 2-4 Desember 2018. Di Majelis itu, HNW bersama delegasi MPR yang lain, Abdul Fikri Faqih dari Fraksi PKS, Muhammad Syafruddin dari Fraksi PAN, serta Duta Besar Indonesia Mustafa Taufik Abdul Lathif, diterima oleh Ketua MNA, Yahya bin Mahfudz Al Mundziri.

Kepada Yahya, HNW mengabarkan berbagai perkembangan yang ada di Indonesia. Sebagai bagian dari organisasi internasional, dikatakan Indonesia selalu berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia.

"Indonesia memberi solusi kemanusiaan dan kemerdekaan bagi masalah Rohingya dan Palestina," papar Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Gontor itu.

"Untuk menyelesaikan masalah yang ada kami berkoordinasi dengan parlemen internasional termasuk Parlemen Oman," ungkapnya.

Menerima tamu dari jauh, Yahya mengungkapkan kebahagiaannya. "Selamat datang yang mulia Bapak HNW," sapanya dengan ramah.

Sama seperti yang disampaikan tamunya, Yahya mengatakan Kesultanan Oman di bawah pemerintahan Sultan Qobus bin Said Al Muadzhdzham, terus mempererat kerja sama Indonesia-Oman. "Saya sepakat dengan Indonesia bahwa Indonesia-Oman harus berperan penting untuk membangun keamanan dan perdamaian dunia," tuturnya.

Di negara Arab bagian barat daya itu, HNW juga melakukan kunjungan ke Kementerian Luar Negeri Oman. Di kementerian ini dirinya diterima Deputi Menteri Luar Negeri Oman Bidang Diplomasi, Muhammad bin Awad Al Hasan. Kepada Hasan, dikatakan perlunya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama. "Pastinya untuk kepentingan bersama," paparnya.

Diungkapkan Indonesia saat ini mengembangkan industri strategis dengan produk yang sudah maju dan bermutu bagus. Produk yang ada sudah dipasarkan dan digunakan oleh negara lain seperti Filiphina dan Thailand. Di sektor inilah yang diharapkan perlu ditingkatkan kerja samanya.

"Kesultananan Oman dapat melihat produk dari Indonesia. Bila cocok bisa dibeli," ujar pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu.

Di negara yang bermata uang rial itu, HNW juga bersilaturahmi dengan Ulama Oman, Syaikh Kahlan bin Nabhan Al Kharushiy. Saat bertatap muka dengan Kahlan, ia menyampaikan banyak kabar tentang dinamika keummatan di Indonesia. Dirinya ingin ummat Islam memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Untuk itulah ia mengabarkan bahwa Indonesia membuka kerjasama pendidikan dan menyediakan beasiswa bagi warga negara lain.

Bagi HNW, kerja sama perguruan tinggi kedua negara juga perlu ditingkatkan. Cara untuk memperkuat kerja sama itu menurutnya dengan memperkuat dan mengembangkan seminar, muktamar, studi banding, pertukaran pelajar dan beasiswa yang memberikan manfaat, kebaikan, dan kepentingan bersama.***

wwwwww