2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018

Luar Biasa ... Azzahra dan Fadlan Jadi Ratu dan Raja

Luar Biasa ... Azzahra dan Fadlan Jadi Ratu dan Raja
Kamis, 06 Desember 2018 02:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Perenang putri Azzahra Permatahani dan perenang putra Aflah Fadlan Prawira jadi ratu dan raja pada hari terakhir cabang renang 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, di Stadion Akuatik GBK, Rabu (05/12/2018).

Perenang berusia 16 tahun, Azzahra Permatahani dari klub Belibis Pekanbaru Riau menambah emasnya menjadi total delapan emas lewat nomor 800 Gaya Bebas putri dengan mencatat waktu 09 menit 07,04 detik. Medali perak direbut Raina Saumi dari klub ESC (09.11.21) dan perenang Aquarius Prada Hanan Farmadini merebut perunggu (09.19.28).

Di nomor 100 M Gaya Kupu-kupu, Azzahra nampaknya kurang beruntung, Dia harus puas meraih perunggu dengan mencatat waktu 01 menit 03,39 detik, di bawah perenang MNA Surabaya, Ressa Kania Dewi, yang meraih perak (01.02.34), serta emas direbut perenang HIU, Adinda Larasati Dewi (01.02.08).

Begitu juga dengan nomor 200 Meter Gaya Punggung Putri. Azzahra finish di posisi dua atau mengantongi perak (02.23.67). Patrisia Yosita dari MNA Surabaya mendapat perunggu (02.25.65), dan emas disabet perenang Petrokimia, Nurul Fajar Fitriyati (02.18.40).

Sementara itu, Aflah Fadlan Prawira yang membela Aquarius menambah koleksi emas setelah menjuarai nomor 1500 Gaya Bebas putra  dengan mencatat waktu 15 menit 33,96 detik. Ini merupakan emas ketujuh Fadlan sepanjang kejuaraan.

Medali perak nomor ini direbut rekan Fadlan di Aquarius yakni Reza Bayu Prasetyo (16.05.25), dan perenang Pari Sakti, Joe Aditya, harus puas dengan perunggu (16.15.77).

Emas 100 Meter Gaya Kupu-kupu Putra jadi milik Glenn Victor dari klun MNA Surabaya (00.54.12). Perak diraih perenang Pyramid, Azel Zelmi (00.55.04), dan Danandra Indra wakil MNA Jakarta mendapat perunggu (00.56.41).

Di nomor 200 Meter Gaya Punggung Putra, Farrel Armandio dari klub Kraken AQ berhasil mengantongi emas (02.03.33). Ricky Anggawijaya yang membela ESC harus puas dengan perak (02.05.46), dan perenang Bali Pari, I Putu Wirawan mendapat perunggu (02.09.72). ***

wwwwww