Kongres Gabsi 2018

Peserta Diharapkan Utamakan Hati Nurani

Peserta Diharapkan Utamakan Hati Nurani
Beni J Ibradi bersama pemain bridge andalan DKI Jakarta dan Indonesia
Jum'at, 07 Desember 2018 13:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PADANG - Hati nurani pimpinan sidang dan peserta Kongres Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) 2019 benar-benar diuji. Bukan saja soal saatnya bridge dipimpin oleh figur yang mengerti bridge namun juga tentang kebijakan menghadapi dilema yang tengah menimpa salah satu calon ketua umum.

Beni J Ibradi yang merupakan calon kuat dalam pemilihan Ketua Umum Gabsi masa bakti 2019 – 2024 sudah memenuhi persyaratan untuk dipilih. Namun tiba-tiba istrinya harus menjalani operasi di Singapura sehingga Beni kemungkinan besar tidak bisa hadir di Kongres yang berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Kamis – Jumat, 6-7 Desember 2018. Beni harus mendampingi istrinya yang berjuang untuk memulihkan kondisi kesehatan di Negeri Jiran.

Kondisi itu mengkhawatirkan para peserta Kongres terutama pemegang 48 suara yang mendukung Beni. Untuk itu, mereka berharap agar pimpinan sidang dan peserta Kongres mengutamakan hati nurani dalam menyikapi dilema kemanusian yang dihadapi Beni. Diharapkan semua pihak tidak kaku untuk meminta Beni hadir di Kongres karena da sudah memberikan pernyataan kesediaan untuk dipilih.

“Kami para pendukung Pak Beni mengharapkan ada pertimbangan sisi kemanusiaan di sini. Semua orang bisa menghadapi hal yang sama seperti itu. Jadi kami mengharapkan, kalau Pak Beni tidak bisa hadir langsung maka dia diberi kesempatan melakukan tele conference dengan peserta Kongres. Ini menunjukkan kita masih punya hati nurani dan juga mampu memanfaatkan kemajuan tehnoligi,” ujar salah seorang peserta yang mewakili utusan dari Sumatera.

Dia menegaskan, keseriusan Beni untuk maju tidak perlu diragukan lagi. Sebagai figur yang sudah dikenal di bridge baik sebagai pemain, pelatih dan pembina, Beni sudah membuat kesiapan untuk dicalonkan. Kemudian dia juga sudah menyiapkan visi dan misi yang mengangkat Era Profesinalisme Bridge Indonesia.

Dalam Kongres nanti Beni akan bersaing dengan mantan Ketua Umum Gabsi Miranda Gultom. Dari 78 pemilik hak suara, sampai Jumat, sudah 48 menyatakan mendukung Beni. Hampir sebagian besar peserta menghendaki bridge dipimpin oleh figur yang mencintai, mengerti tentang bridge dan kepentingan pemain bridge.

Ini mengingat prestasi bridge Indonesia yang kurang menggembirakan dalam lima tahun terakhir saat dipimpin Ketua Umum Eka Wahyu Kasih yang bukan orang bridge. Apalagi kemudian, Eka yang sebelum terpilih memimpin bridge merupakan figur yang gagal dalam pemilihan Ketua Umum PB PTMSI, harus tersangkut masalah hukum. Pengalaman pahit ini menguatkan insan bridge nasional agar PB Gabsi kini dipimpin oleh orang bridge yang tidak pernah tersangkut masalah hukum. ***

wwwwww