Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Riau

Pertamina Diminta Libatkan Daerah, Jokowi: Blok Rokan Jangan Dikelola Sendiri

Pertamina Diminta Libatkan Daerah, Jokowi: Blok Rokan Jangan Dikelola Sendiri
Sabtu, 15 Desember 2018 15:22 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta Pertamina untuk melibatkan pemerintah daerah dalam mengelola ladang minyak Blok Rokan yang hampir seabad dikelola oleh perusahaan asing.

"Sudah saya sampaikan kepada Pertamina. Blok Rokan jangan kelola sendiri, libatkan daerah," kata Jokowi yang baru saja menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara dari LAM Riau ini, Sabtu (15/12/2018) di Pekanbaru.

Di mana, pemerintah pusat sebelumnya telah mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan memberikan Blok Rokan itu kepada Pertamina setelah kontrak habis pada tahun 2021.

"Makanya, Pertamina tolong libatkan daerah sebesar-besarnya. Kalau daerah siap dan bisa mengelola lebih besar, kenapa tidak," ujarnya.

Dalam alih kelola tersebut, Riau ditentukan memperoleh 10 persen participating interest dan peluang untuk mendapatkan persentase lebih melalui mekanisme bussisness to business.

"Blok Rokan sudah 100 persen ke Pertamina. Silakan libatkan daerah, tentunya dengan skim," tuturnya. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww