Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Liga 2 2018

Gagal di Persija, Amarzukih Sukses di PSS Sleman

Gagal di Persija, Amarzukih Sukses di PSS Sleman
Senin, 24 Desember 2018 22:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SLEMAN - Bertahun-tahun membela Persija, Amarzukih tidak ikut dalam sukses tim ibukota itu menjadi juara LIGA 1 2018. Tepat di musim kemarin Amarzukih berpisah dengan Persija.

Pemain asli Jakarta itu akhirnya membela PSMS di putaran pertama kasta tertinggi. Kemudian di paruh musim kedua, pindah ke PSS, kasta kedua atau Liga 2.

Meski loyalitas sejak 2010/2011 di Persija tidak membuahkan gelar juara, Amarzukih tetap senang dengan prestasi yang didapat Macan Kemayoran di musim 2018.

Amarzukih juga bukannya tanpa gelar. Dia berhasil ikut andil dalam sukses PSS menjadi juara Liga 2 2018, sekaligus merogoh tiket promosi ke Liga 1 2019.

Jadilah pemain berusia 35 tahun itu tetap menikmati manisnya gelar juara. Kendati tidak bersama-sama Persija.

Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro, mengatakan peran Amarzukih dalam sukses timnya promosi tidak bisa dinafikan. Pengalaman dan ketenangannya menjadi poin tersendiri.

"Sebenarnya di awal-awal itu kurang bagus, perkembangan Amarzukih baru bagus di 8 besar. Di sana mulai stabil, mulai bagus. Dia menjadi salah satu pilar dalam sistem bertahan," kata Seto Nurdiyantoro.

Untuk musim depan, sama seperti penggawa lainnya, belum ada jaminan Amarzukih kembali berkostum PSS. Itu karena tim pelatih dan manajemen masih menyelesuaikan evaluasi terlebih dulu. 

Baru setelah itu memutuskan siapa saja yang layak dipertahankan, untuk kemudian masuk negosiasi perpanjangan kontrak. ***

wwwwww