Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
21 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Refly Harun: KPU... Bisa Enggak Debat Pilpres Dibuat Debat Beneran?

Refly Harun: KPU... Bisa Enggak Debat Pilpres Dibuat Debat Beneran?
Sabtu, 19 Januari 2019 14:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun ikut komentar soal jalanya debat perdana Capres dan Cawapres 2019 Kamis kemarin.

Dari pantauan GoNews.co pada Sabtu (19/1/2019), Refly Harun setidaknya memberikan tanggapan debat sebanyak 4 tweet di akun twitternya. "Apa tidak bisa debat itu dibuat benaran debat," ujar Refly.

"Banyak banget pagar debatnya, bagaimana KPU?," tanya Refly.

Tidak hanya itu saja, Refly juga memberikan saran untuk KPU. Harusnya kata dia, KPU juga menunjuk penalis yang independen dan ahli di bidangnya masing-masing. "Ini untuk menguji langsung kapasitas calon, bukan untuk membantu membuat soal ujian," tulisnya lagi.

Di tulisan berikutnya, Refly juga menyoroti soal moderator debat. "Harusnya, KPU menunjuk moderator yang berwibawa, profesional dan independen untuk memimpin jalanya debat, bukan untuk menyampaikan pertanyaan, setuju?," ujarnya.

Masih kata Refly, harusnya KPU lebih memfasilitasi hak pemilih/rakyat untuk tahu kualitas calon. "Jadi bukan memfasilitasi tim kampanye dua paslon. Hak rakyat untuk tahu kualitas paslon dalam debat tidak boleh dikurangi," pungkasnya. ***

wwwwww