Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton
Tinju Profesional Sabuk Emas Presiden Jokowi

Rivo Akan Manfaatkan Peluang Emas Rebut Juara WBC Internasional

Rivo Akan Manfaatkan Peluang Emas Rebut Juara WBC Internasional
Petinju Navaz Boxing Camp Jakarta, Rivo Kundimang bersama istri dan pelatih Chris Rutinsulu.
Minggu, 20 Januari 2019 01:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Petinju Navaz Boxing Camp Jakarta, Rivo Kundimang merasa terhormat dan bangga diberikan kesempatan Promotor Martin Daniel untuk bertarung memperebutkan gelar lowong kelas Ringan (63,5kg) WBC Internasional di Jakarta, 23 Februari 2019

Makanya, dia bertekad merebut gelar juara sekaligus memboyong Sabuk Emas Presiden Joko Widodo. "Saya tak akan mensia-siakan peluang untuk menjadi juara WBC Internasional sekaligus mencatat sejarah menjadi petinju profesional pertama yang mengoleksi Sabuk Emas Presiden Jokowi di awal tahun 2019. Sebab, gelar juara WBC Internasional itu sangat penting bagi saya untuk melangkah ke jenjang dunia," kata Rivo yang ditemui di Navaz Boxing Camp Jakarta, pekan lalu. 

Dalam upaya mewujudkan tekad itu, pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 1 November 1997 terus menjalani program persiapan yang diberikan pelatih Chris Rutinsulu.

"Semua progran latihan fisik dan teknik yang saya berikan dilahap Rivo dengan baik. Saat ini, Rivo tengah diprogram untuk menjalani sparring partner dengan petinju lokal untuk lebih mematangkan persiapannya," kata Chris Rutinsulu sembari menyebut nama juara WBC Asia, Ilham Loisa, Michael Manoppo, dan Ahmad Lahijab yang menjadi sparring partner.
Prestasi Rico yang memulai karir dari dunia tinju amatir ini cukup cemerlang. Pemegang gelar juara kelas ringan WBC Youth Asia ini memiliki rekor 9 kali bertanding dengan mencatat 8 kali kemenangan (4 MKO) dan sekali seri.

"Keluarga saya memang keluarga tinju. Makanya, saya ingin menjadi juara dunia untuk membanggakan keluarga," kata putra ke-4 dari 7 bersaudara pasangan Soni Kundimang dan Lotze Malumbot.

Rivo termasuk petinju yang beruntung berada di bawah naungan Martin Daniel Promotions. Segala fasilitas didapatkan Rico yang tinggal bersama istri, Widia Indrani Renyaan di Navaz Boxing Camp yang berada di Sunter, Jakarta Utara.

"Saya senang berada di Navaz Boxing Camp dengan segala fasilitasnya. Baik fasilitas latihan maupun makanan yang disediakan sesuai dengan standar petinju. Memang pak Martin Daniel banyak membuat aturan yang harus ditaati tetapi saya senang karena itu menjadi penunjang untuk bisa berprestasi," kata Rivo.

"Ya memang saya menerapkan aturan yang keras. Mereka harus disiplin dalam latihan dan menjalani kehidupan setiap hari serta diwajibkan mengkonsumsi makanan yang disediakan. Di sini, kita menyiapkan makanan sesuai standar gizi yang disusun ahli gizi. Saya siapkan Navaz Boxing Camp itu tempat petinju yang hanya mengikuti aturan demi meraih prestasi dunia. Di sini, tak ada tempat bagi petinju yang tidak disiplin," jelas pronotor Martin Daniel.

Ya, komitmen promotor berambut kucir ini tidak perlu diragukan dalam membangun tinju profesional. Hingga kini, dia sudah menggelar 11 pertandingan tinju profesional yang bertitel Jakarta Big Fight. Bahkan, dia telah mencetak petinju wanita Indonesia pertama, Velmy Sumahe sebagai juara WBA Asia 2018 yang menang angka atas juara bertahan asal Thailand, Rochnarongnoi Sithsaithong.

Pada pagelaran tinju profesional yang dilaksanakan di Jakarta, 23 Februari 2019, Martin Daniel akan menampilkan 25 partai. Pagelaran tinju yang akan tercatat pada Museum Rekor Indonesia (MURI) akan menampilkan partai puncak perebutan Sabuk Presiden Jokowi. "Perebutan Sabuk Presiden Jokowi ini menjadi simbol kebangkitan olahraga tinju profesional Indonesia pada tahun 2019," tegasnya. ***

wwwwww