Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Riau

Disdik Kota Pekanbaru: Tahun Ini tak Ada yang Lolos Dalam PPDB Sistem Zonasi

Disdik Kota Pekanbaru: Tahun Ini tak Ada yang Lolos Dalam PPDB Sistem Zonasi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal
Selasa, 22 Januari 2019 00:42 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan tahun ini kembali menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Pekanbaru untuk tingkat SD dan SMP sederajat pada tahun ajaran 2019/2020.

Menurutnya, tahun lalu memang sudah dilaksanakan sistem zonasi di Kota Pekanbaru, namun dikarenakan tidak adanya kesetaraan dalam sistem ini sehingga masih ada peserta didik yang terlepas dari pengawasan serta keluar dari zonasinya.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar hal serupa tidak terulangi dalam PPDB pada tahun ini. Salah satu caranya yaitu dengan melihat peta zonasi yang telah di tentukan sesuai kecamatan, desa, RT dan RW.

"Jika tahun lalu kita masih ada yang lolos dan tak sesuai zonasi,  namun tahun ini kita akan melihat berdasarkan hasil peta," kata Abdul Jamal di Pekanbaru (21/01/2019).

Dalam PPDB ini, selain melihat peta zonasi juga dilihat dari alamat kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat satu tahun sebelum PPDB. Jika tidak ada, KK dapat diganti dengan Surat Keterangan (Suket) domisili dari RT/RW.

Selain itu, dalam sistem zonasi ini lebih diprioritaskan untuk jenjang SMP dan SMA negeri. Sedangkan untuk sekolah swasta seperti SMK sama sekali tidak terikat mengikuti sistem zonasi.

Untuk jenjang SD, sistem zonasi akan menjadi pertimbangan seleksi tahap kedua setelah faktor minimum usia masuk sekolah sudah terpenuhi.

Seperti yang di ketahui sistem zonasi ini merupakan sebuah sistem PPDB yang dilihat dari radius serta jarak tempat tinggal dengan sekolah terdekat yang ada. Menurut Abdul Jamal sistem zonasi ini memiliki banyak manfaat yang di dapatkan oleh masyarakat, seperti orangtua yang kini tidak perlu mengantar anaknya ke sekolah yang jauh dari lokasi rumah, mengurangi jumlah pengendara di bawah umur, serta menepis pandangan tentang sekolah favorit dan tidak favorit. ***

Kategori:Umum, Riau
wwwwww