Disdik Kota Pekanbaru: Tahun Ini tak Ada yang Lolos Dalam PPDB Sistem Zonasi

Disdik Kota Pekanbaru: Tahun Ini tak Ada yang Lolos Dalam PPDB Sistem Zonasi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal
Selasa, 22 Januari 2019 00:42 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan tahun ini kembali menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Pekanbaru untuk tingkat SD dan SMP sederajat pada tahun ajaran 2019/2020.

Menurutnya, tahun lalu memang sudah dilaksanakan sistem zonasi di Kota Pekanbaru, namun dikarenakan tidak adanya kesetaraan dalam sistem ini sehingga masih ada peserta didik yang terlepas dari pengawasan serta keluar dari zonasinya.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya agar hal serupa tidak terulangi dalam PPDB pada tahun ini. Salah satu caranya yaitu dengan melihat peta zonasi yang telah di tentukan sesuai kecamatan, desa, RT dan RW.

"Jika tahun lalu kita masih ada yang lolos dan tak sesuai zonasi,  namun tahun ini kita akan melihat berdasarkan hasil peta," kata Abdul Jamal di Pekanbaru (21/01/2019).

Dalam PPDB ini, selain melihat peta zonasi juga dilihat dari alamat kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat satu tahun sebelum PPDB. Jika tidak ada, KK dapat diganti dengan Surat Keterangan (Suket) domisili dari RT/RW.

Selain itu, dalam sistem zonasi ini lebih diprioritaskan untuk jenjang SMP dan SMA negeri. Sedangkan untuk sekolah swasta seperti SMK sama sekali tidak terikat mengikuti sistem zonasi.

Untuk jenjang SD, sistem zonasi akan menjadi pertimbangan seleksi tahap kedua setelah faktor minimum usia masuk sekolah sudah terpenuhi.

Seperti yang di ketahui sistem zonasi ini merupakan sebuah sistem PPDB yang dilihat dari radius serta jarak tempat tinggal dengan sekolah terdekat yang ada. Menurut Abdul Jamal sistem zonasi ini memiliki banyak manfaat yang di dapatkan oleh masyarakat, seperti orangtua yang kini tidak perlu mengantar anaknya ke sekolah yang jauh dari lokasi rumah, mengurangi jumlah pengendara di bawah umur, serta menepis pandangan tentang sekolah favorit dan tidak favorit. ***

Kategori:Pendidikan, Riau

       
        Loading...    
           
GoNews Tidak Ada Perdamaian, Kasus Bullying dan Kekerasan di SMPN 38 Pekanbaru Berlanjut ke Proses Hukum
GoNews Polresta Pekanbaru Mintai Keterangan Saksi-saksi Kasus Bullying Pelajar SMPN 38 Pekanbaru
GoNews LPA Riau Sayangkan Kasus Perundungan Siswa SMP di Pekanbaru Terjadi saat Jam Belajar, Pihak Sekolah Sebut Kejadiannya Mendadak
GoNews Sayangkan Kasus Pembullyan di Dunia Pendidikan Kembali Terjadi, DPRD Riau akan Panggil Pihak Sekolah
GoNews Begini Kronologis Pelajar SMP 38 Pekanbaru yang Dibully dan Diancam Guru untuk tidak Menceritakan Hal Sebenarnya
GoNews Viral.., Seorang Anak SMP Dibully dan Dipukuli di Pekanbaru Hingga Patah Hidung, Guru Dalam Kelas Malah Asik Main Hape
GoNews Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan
GoNews September 2019, Anak Imigran di Pekanbaru Bisa Ikuti Proses Belajar Mengajar
GoNews Harga Seragam Rp1,9 Juta, Kepsek SMPN 25 Pekanbaru: Tidak Ada Unsur Paksaan
GoNews Berlakukan Sistem Online pada PPDB, Disdik Kota Pekanbaru: Pendaftaran Tetap di Sekolah
GoNews Tahun Ajaran 2019/2020 SMPN Madani Berlakukan Sistem Boarding School
GoNews Kadisdik Pekanbaru, Himbau Guru Tidak lupakan Kewajiban Sebagai Pengajar
GoNews SKTM yang Dibuat Desa atau RT Tidak Berlaku untuk PPDB Tahun Ajaran 2019-2020
GoNews Berikut Rincian Jumlah Sekolah yang Melaksanakan UNBK dan UNKP 2019 Tingkat SMP dan MTs di Pekanbaru
GoNews Hari ini, Pendaftaran Terakhir Try Out SBMPTN di Faste UIN
GoNews Disdik Kota Pekanbaru akan Renovasi SDN 56 dengan Anggaran Rp700 Juta
GoNews Guru Bermutu di Abad 21 Harus Miliki 4C1K, Ini Penjelasannya
GoNews UNBK Tahun 2019, Sekolah Fokuskan Pemahaman Materi Peserta Didik
wwwwww