Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Badminton
Bulutangkis Indonesia Masters 2019

Rehan-Fadia Merinding Tanding di Istora

Rehan-Fadia Merinding Tanding di Istora
Selasa, 22 Januari 2019 23:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto-Siti Fadia Silva Ramadhanti mengaku sempat tegang tampil di Istora GBK Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019, dalam laga kualifikasi Indonesia Masters 2019. Rehan-Fadia amankan tiket babak utama setelah mengalahkan Rodion Alimov/Alina Davletova (Rusia), dengan skor 19-21, 21-17, 21-16.

Bagi Rehan, ini adalah pertama kalinya ia merasakan atmosfer Istora yang begitu luar biasa. Namun Fadia sudah beberapa kali bertanding di stadion ini saat bermain di nomor ganda putri bersama Agatha Imanuela.

"Merinding, karena baru pertama tanding di sini (Istora). Saya pernah main di WJC (world junior championships) di Yogyakarta, tapi tidak 'segila' di sini. Padahal ini babak kualifikasi, tapi penontonnya sudah ramai. Saya pikir, pendukung kami banyak, jadi ngapain takut menghadapi lawan," ungkap Rehan saat diwawancara Badmintonindonesia.org.

"Di akhir-akhir permainan ada teriakan 'habisin, habisin', kadang ini bikin nafsu ingin menyerang dan mematikan lawan," tambah peraih medali perak World Junior Championships 2018 ini.

Rehan-Fadia sempat kehilangan game pertama walaupun sempat memimpin 18-13. Namun mereka justru mengubah permainan dari menyerang menjadi bertahan.

"Di game pertama sebetulnya mainnya sudah enak, tapi kami jadi main bertahan. Padahal lawan kalau diajak main no lob juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Di game kedua dan ketiga bagaimana caranya kami harus banyak menurunkan bola," ungkap Rehan.

Pada babak utama, Rehan-Fadia akan bertemu dengan pasangan Thailand yang tengah naik daun, Dechapol Puavaranukroh-Sapsiree Taerattanachai.

"Lawan kami memang kuat, mereka lebih unggul dari segi pengalaman. Pokoknya kami mau fight dulu," tutur Fadia.

Sementara itu, pasangan Andika Ramadiansyah-Annisa Saufika juga lolos ke babak utama dengan mengalahkan wakil Vietnam, Do Tuan Duc-Pham Nhu Thao, dengan skor 21-15, 21-9. ***

wwwwww