Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
5 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
23 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
4
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
11 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
5
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
6
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
8 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Din Syamsuddin Minta Tabloid 'Indonesia Barokah' Dibakar Depan Masjid

Din Syamsuddin Minta Tabloid Indonesia Barokah Dibakar Depan Masjid
Kamis, 31 Januari 2019 01:01 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhamad Sirojudin Syamsuddin atau sapaan akrabnya, Din Syamsudin menyerukan kepada pengurus masjid agar membakar Tabloid Indonesia Barokah karena bernuansa negatif.

"Bakar saja. Saya cenderung tabloid yang merusak seperti itu jangan diterima, ditolak. Kalau dikirim tidak sengaja, kumpulkan, bakar saja. Adakan api unggun di depan masjid," ujar Din Syamsuddin di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Januari 2019.

Din Syamsuddin memang merasa kaget dengan beredarnya tabloid itu, karena dirinya baru pulang dari luar negeri. Untuk itu, tabloid itu harus diusut tuntas.

"Dan itu merugikan pihak yang membuatnya. Saya enggak tahu. Kalau itu menyerang satu kelompok 02, itu merugikan 01. Jadi hati-hati melakukan langkah-langkah politik yang buruk, negatif, yang tidak etis karena bisa jadi bumerang. Karena dulu pernah terjadi 2014 ya," ujarnya.

Meskipun begitu, mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu meyakini bahwa masyarakat sudah cerdas dengan adanya informasi mana yang bagus dan tidak.

"Saya kira bangsa, masyarakat, umat, sudah cerdas. Enggak akan terpengaruh," ujarnya.

Tabloid Indonesia Barokah sudah menyebar ke masjid yang ada di berbagai daerah di Tanah Air, termasuk di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Dengan adanya keberadaan tabloid itu, tim sukses pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers untuk diteliti apakah sesuai dengan kaidah jurnalistik atau tidak.

Kemarin, Selasa, 29 Januari 2019, Dewan Pers memutuskan bahwa Tabloid Indonesia Barokah bukan perusahaan media dan tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan Tabloid Indonesia Barokah tidak memenuhi syarat sebagai perusahaan pers sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Peraturan Dewan Pers tentang Standar Perusahaan Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

"Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh Indonesia Barokah dipersilahkan menggunakan Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers karena dilihat dari sisi administrasi dan konten, Indonesia Barokah bukan pers," ujar Yosep.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:vIVA.CO.ID
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Politik, DKI Jakarta
wwwwww