Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Badminton

Kisah GNS, Siswi SD yang Kapok Dihukum 'Push Up' karena Lambat Bayar SPP

Kisah GNS, Siswi SD yang Kapok Dihukum Push Up karena Lambat Bayar SPP
Ilustrasi.
Jum'at, 01 Februari 2019 22:46 WIB

JAKARTA - GNS, siswi kelas IV di salah satu SD di kawasan Bojonggede, Kabupaten, Bogor mengalami trauma dan tidak mau bersekolah karena malu setelah dihukum "push up" sebanyak 100 kali sebab belum bayar SPP.

Kronologinya, GNS menceritakan, ketika dia sedang belajar, Ia dihampiri oleh kakak kelasnya.

GNS lantas diminta menghadap kepala sekolah dan penghukuman itu pun terjadi.

"Yang nyuruh kepala sekolah. Gara-gara belum dapat kartu ujian, belum bayaran," katanya di rumahnya di Kampung Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok sebagaimana dikutip dari merdeka.com, Jumat (01/02/2019).

Pada berita berjudul "Belum Bayar SPP, Siswi SD Dihukum 'Push Up' Sampai Trauma" itu dikisahkan, sebelumnya GNS pernah juga mengalami hal serupa. Namun saat itu, GNS hanya diminta "push up" 10 kali saja, tidak sebanyak hukuman terakhir kemarin yang membuatnya merasa sakit.

"Perutnya sakit habis disuruh "push up," ceritanya.

GNS pun menjadi tidak mau bersekolah di sekolah tersebut karena takut hukuman "push up" terulang lagi. "Saya takut, takut disuruh push up lagi,".

Pihak keluarga pun berencana memindahkan GNS ke sekolah lain. Karena GNS sudah benar-benar tidak mau sekolah di sekolah tersebut.

"Ya kami sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga enggak ada lagi yang kaya adik saya. Kasihan sudah 10 hari enggak mau sekolah. Ketemu orang saja takut, trauma," ucap kakak GNS yang enggan disebutkan namanya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Umum, Voli, DKI Jakarta
wwwwww