Gelar Upacara Santi Puja, Umat Hindu Inginkan Pesta Demokrasi Aman tanpa Tekanan

Gelar Upacara Santi Puja, Umat Hindu Inginkan Pesta Demokrasi Aman tanpa Tekanan
Sabtu, 16 Maret 2019 22:44 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Umat Hindu Jakarta mengadakan upacara atau Doa yang di selenggarakan serentak organisasi Umat Hindu di seluruh Indonesia, pada hari Sabtu, 16 Maret 2019.

Ketum DPP Prajaniti KS Arsana, S.Psi mengatakan, tujuan dari Santi Puja di tunjukan untuk membangun kesadaran bangsa Indonesia.

"Apapun agama dan sukunya bahwa kita satu dalam kesatuan Negara Republik Indonesia berasas Pancasila," ujarnya.

Kegiatan Santi Puja di Jakarta kata dia, dipusatkan di Pura Aditya Rawamangun Jakarta Timur, yang di hadiri Ratusan umat Hindu Jakarta.

KS Arsana melanjutkan, acara tersebut dibuat sebagai bentuk kerendahan hati umat budha agar selalu berdoa disertai mantra-mantra sebagai kekuatan moral dan sepiritual bagi bangsa Indonesia.

"Kesatuan bangsa kita ini ahir-ahir ini sangat terganggu emosionalnya, karena kebohongan dan ujaran kebencian. Sepertinya kita pecah secara emosional karena pemilu," tukasnya.

"Padahal Pemilu hanya rutinitas 5 tahunan bangsa dalam berdemokrasi untuk memilih pemimpin-pemimpin bangsa yang mempunyai karakter baik dan program baik untuk kemajuan Bangsa," tambahnya.

Arsana berharap, vebrasi sepiritual dalam mantra-mantra Santi Puja Nasional ini bisa menyentuh hati semua warga negara Indonesia, supaya sadar kembali untuk membangun spirit kesatuan sebuah negara yang besar. "Sehingga kita bangga dengan Indonesia dalam wadah NKRI yang berasaskan Pancasila," urainya.

Di tempat yang sama Staf Khusus Presiden Dr. AAGN Ari Dwipayana menjelaskan, acara Santi Puja ini diadakan di seluruh Indonesia dengan waktu dan jam yang sama.

Ia juga berharap,dengan diadakan upacara ini, Pemilu berjalan lancar dan masyarakat dengan merdeka menyambut pesta lima tahunan itu.

"Masyarakat harus gembira, negara kita harus maju dan masyarakat harus memilih sosok calon pemimpin baik caleg, capres, yang memiliki tekad memajukan bangsa tanpa tekanan," tandasnya.

"Pemilu bukan perang suci tapi bagaimana mengatur gagasan mengadu konsep dalam proses demokrasi untuk mendapatkan pemimpin yang baik lima tahun ke depan," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww