Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
17 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
16 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
17 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
15 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
13 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Permasalahan yang Sering Dihadapi UMKM di Riau, Ini Solusi dari Gubri Syamsuar

Permasalahan yang Sering Dihadapi UMKM di Riau, Ini Solusi dari Gubri Syamsuar
Gubernur Riau, Syamsuar.
Sabtu, 16 Maret 2019 18:23 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Dalam menjalankan roda ekonomi dengan baik dan maksimal, Usaha Mikro Kecil Menengah di Provinsi Riau sering menghadapi beberapa permasalahan. Permasalahan yang kerap terjadi, kemasan yang kurang mendukung, label halal dan masa kadarluarsa.

Hal ini menjadi perhatian serius Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan itu, mantan bupati dua periode ini memiliki solusi atau penyelesaiannya, yaitu mempersiapkan Forum Riau Kreatif. Sehingga pemerintah daerah bisa melakukan pendampingan usaha masyarakat.

"Industri ekonomi kreatif banyak di Riau ini. Makanya kita siapkan Forum Riau Kreatif," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Sabtu (16/3/2019).

Melalui forum tersebut, Syamsuar mengharapkan UMKM di Riau bisa menjadikan forum tersebut wadah untuk melakukan diskusi dan menganalisa apa yang menjadi permasalahan di pasaran. Sehingga pemerintah bisa membantu UMKM yang mengalami kendala.

"Sebab, sejauh ini masalah pengembangan UMKM di Riau yang pertama terkait kemasan produk yang dinilai kurang menarik, sehingga menurunkan nilai jual. Kedua soal label halal dan ketiga masalah kadaluarsa. Jadi semua ini dapat melibatkan dinas-dinas terkait, maka akan terselesaikanbsatu per satu setiap permasalahan," ungkap Syamsuar.

Persoalan lain yang sering dihadapi UMKM, dari segi permodalan dan akses pemasaran produk. Contohnya, dijelaskan Syamsuar, masyarakat yang membuat hasil kerajinan tangan dari lidi kelapa sawit, mereka kesulitan memasarkan.

"Inikan sebenarnya peran pemerintah untuk membantu mereka, bagaimana produk yang dihasilkan UMKM dapat dipasarkan dengan baik. Sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membuat masyarakat memiliki kecukupan dalam kehidupan," jelas Syamsuar. (advertorial)


wwwwww