Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
24 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
24 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
6 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Setnov Kepergok Makan di Restoran Padang, Ini Respon KPK

Setnov Kepergok Makan di Restoran Padang, Ini Respon KPK
Senin, 29 April 2019 23:42 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) irit berkomentar mengenai kabar mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto berada di sebuah rumah makan Padang di sekitaran RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Novanto seharusnya menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung atas kasus korupsi proyek e-KTP.

"Saya tak mau memberikan komentar yang informasinya tidak full," kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif di kantor KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019.

Laode meminta wartawan mengonfirmasi ihwal masalah ini kepada Kalapas Sukamiskin Tejo Herwanto atau Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami. Menurut Laode pihak tersebut yang berkompeten untuk beri keterangan mengenai keberadaan Novanto. Hal ini lantaran Novanto telah menjadi warga binaan Lapas Sukamiskin. "Tolong coba ditanyakan kepada Pak Kalapas dan Ibu Dirjenpas," kata Laode.

Menurutnya, konfirmasi kepada pihak Lapas dan Ditjenpas penting untuk memastikan keberadaan Novanto di rumah makan Padang. "Dilihat dulu kan, kalau dia di rumah sakit atau dimana. Mungkin dia singgah makan atau bagaimana. Memang manusia enggak boleh makan," kata Laode.

Keberadaan Novanto di rumah makan Padang menjadi pertanyaan. Hal ini mengingat rekam jejak Novanto saat tersangkut kasus korupsi e-KTP dengan drama 'tiang listrik'.

Ketika jadi buronan KPK, Novanto merekayasa kecelakaan tunggal yang dialaminya di kawasan Permata Hijau pada November 2017 lalu.

Selain itu, Lapas Sukamiskin juga memiliki jejak yang tidak dapat dibanggakan dalam pembinaan narapidana kasus korupsi. Bahkan, Kalapas Sukamiskin sebelumnya, Wahid Husein telah dihukum 8 tahun penjara atas kasus jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin.

Laode berharap kasus korupsi yang menjerat Wahid jadi momentum Lapas Sukamiskin dan Ditjenpas berbenah. Untuk itu, Laode berharap Novanto maupun terpidana korupsi lain menjalani masa hukuman dengan tertib.

"Kami berharap yang bersangkutan ada di lapas menjalani hukuman dengan tertib, kedua tata kelola Lapas lebih baik lagi," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kalapas Sukamiskin, Tejo Herwanto membenarkan Novanto saat ini sedang berada di RSPAD Gatot Soebroto. Di rumah sakit milik pemerintah tersebut, Novanto menjalani perawatan dan tindakan medis.

"Memang benar saudara Setnov sekarang berada di RSPAD Gatot Soebroto, melaksanakan perawatan dan tindakan medis dengan diagnosa CKD, CAD, DM Tipe 2, Vertigo, Radikulopati L4-5. Itu bahasa kedokteran," kata dia melalui pesan singkatnya.

Tejo mengklaim keberadaan Novanto di RSPAD telah melalui prosedur. Novanto, katanya telah diperiksa di Lapas Sukamiskin dan rumah sakit di Bandung.

Selain itu, tekan Tejo, selama berada di luar Lapas, Novanto juga dikawal petugas dan pihak kepolisian. "Iya dikawal dari petugas Lapas dan pihak Kepolisian," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:viva.co.id
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, PON, Badminton
wwwwww