Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
21 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Indonesia-Vietnam Memanas? Ini Sikap Menteri KKP dan DPR RI

Indonesia-Vietnam Memanas? Ini Sikap Menteri KKP dan DPR RI
Rabu, 01 Mei 2019 00:02 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Hubungan antara Indonesia dan Vietnam disebut memanas setelah kapal berbendera Vietnam menabrakkan diri ke KRI Tjiptadi-381. Penangkapan kapal Vietnam BD 979 yang sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal oleh TNI AL, diduga menjadi pemicu.

Menyikapi situasi itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti menegaskan, kapal ikan Vietnam yang ditangkap armada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) di Laut Natuna Utara pada Sabtu (26/4/2019) lalu, telah melanggar wilayah laut Indonesia.

"Itu wilayah (laut) kita tapi mereka masih dispute, menganggap itu landas kontinen. Kalau landas kontinen, permukaan lautnya adalah wilayah kita," kata Susi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/04/2019).

"Kalau memang belum ada kesepakatan, harusnya tidak ada kegiatan (penangkapan ikan oleh Vietnam) di situ," tegasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo mengungkapkan, Senayan mendorong KKP RI untuk segera mengeluarkan nota dinas kepada Kementerian Luar Negeri Vietnam melalui Kedutaan Negara Vietnam di Jakarta.

Menteri Susi, kata Bambang, juga tepat untuk segera "melayangkan surat protes melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Vietnam,".

Untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan pencurian ikan dengan patroli air dan udara, KKP RI juga diminta untuk menguatkan koordinasi dengan TNI AL, TNI AU dan Polair.

Terhadal kapal KIA Vietnam BD 979 yang sudah ditangkap, menurut Bamsoet, KKP RI mesti berani, "memproses hukumm sesuai dengan hukum positif yang berlaku,".***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww