Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
9 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Badminton

Komisi IX Dukung Riset Pengembangan Tanaman Obat Tradisional Bali

Komisi IX Dukung Riset Pengembangan Tanaman Obat Tradisional Bali
Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso
Senin, 06 Mei 2019 20:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Gubernur Bali Wayan Koster saat pertemuan dengan Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan tanaman obat tradisional. Apalagi sebagaimana diketahui, Indonesia kaya akan aneka spesies tanaman obat yang tersebar di berbagai daerah.

Kendati demikian, bahan baku obat di Indonesia masih tergantung terhadap impor. Karena itu,  Komisi IX DPR RI mendukung pengembangan riset tanaman obat dan obat tradisional di Bali menuju kemandirian bahan baku obat.

"Komisi IX DPR RI mendukung program Bali untuk mengembangkan dan pemeliharaan tanaman obat dan obat tradisional yang sudah terbukti selama ratusan tahun dan secara turun temurun berkhasiat menyembuhkan dan membantu menjaga kesehatan masyarakat Indonesia," ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso disela-sela peninjauan ke Balai Besar Obat dan Makanan Denpasar, di Bali, Jumat (3/5/2019) yang lalu.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan, selama ini industri farmasi nasional masih sangat tergantung pada bahan baku impor.  Padahal, bahan baku obat banyak tersedia di Indonesia. Karenanya, ia berharap industri farmasi Indonesia mampu bertansformasi menjadi industri farmasi yang berbasis riset dan pengembangan, sehingga nantinya dapat bersaing di pasar obat dunia.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan riset dan pengembangan bahan baku obat tradisional di Tawangmangu,  Jawa Tengah. Untuk itu Kemenkes perlu lebih aktif mensosialisasikan potensi dan manfaat tanaman obat tradisional. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan obat-obat tradisional seperti tanaman jamu sebagai langkah preventif untuk mencegah timbulnya suatu penyakit.

"Saya kira ini perlu disosialisasikan secara masif ke masyarakat Indonesia, bahwa tanaman obat yang tersebar di berbagai daerah Indonesia merupakan salah satu alternatif untuk mejaga kesehatan masyarakat. Pemerintah juga perlu memberikan dukungan anggaran maupun regulasi untuk memanfaatkan hasil riset tanaman obat agar dapat dimanfaatkan menuju masyarakat sehat dan sejahtera," dorong legislator dapil Jawa Tengah itu.***

wwwwww