Sudah 6 Anggota KPPS Sumbar Meninggal Dunia, 108 Orang Lagi Sakit

Sudah 6 Anggota KPPS Sumbar Meninggal Dunia, 108 Orang Lagi Sakit
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Hj Merry Yuliesday.
Minggu, 12 Mei 2019 17:39 WIB
PADANG - Dinas Kesehatan Sumbar mencatat sudah ada enam orang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia hingga Sabtu (11/5/2019).

Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya, awalnya tercatat hanya empat orang petugas KPPS. Namun, saat ini sudah bertambah menjadi enam orang.

Dikutip dari harianhaluan.com, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Hj Merry Yuliesday mengatakan, petugas KPPS yang meninggal pasca pemilu serentak diduga karena faktor kelelahan. Selain itu, petugas tersebut juga sudah da riwayat sakitnya (penyakit).

“Selain itu kami juga mencatat sebanyak 108 orang saat ini mengalami sakit,” ungkap NA usai meninjau proses rekapitulasi tingkat Provinsi, Sabtu (11/5/2019).

Petugas KPPS yang meninggal, selain memiliki penyakit, juga ditambah dengan beban pekerjaan yang berat. Para petugas juga diduga merasa stres dengan pekerjaan selama pemungutan suara sehingga membuat kondisi kesehatan mereka menurun.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumbar sudah menurunkan tenaga kesehatan dalam proses rekapitulasi suara oleh KPU Sumbar di Hotel Pangeran Beach.

“Kita berharap tidak ada lagi korban yang meninggal dunia. Selain itu, diharapkan dengan adanya fasilitas kesehatan di lokasi ini dapat mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi,” jelasnya.

NA juga mengatakan, Gubernur telah berkoordinasi dengan KPU Sumbar terkait enam orang petugas KPPS yang meninggal dunia. KPU menyatakan akan memberikan santunan kepada pihak keluarga sebesar Rp36 juta bagi yang meninggal dunia.

Data yang diperoleh dari Kadis Kesehatan Sumbar, tercatat keenam petugas KPPS yang meninggal yakni, Irianto (57), yang meninggal pada 1 Mei 2019 di Kabupaten Padang Pariaman. Kemudian, Doni yang meninggal pada 2 Mei 2019 di RSUD Parit Malintang.

Ketiga, Andesal yang meninggal pada 26 April 2019 di Desa Aja Gadang Pasaman. Keempat, Ari Akbar (25), meninggal setelah mengalami demam dan nyeri di dada pada 28 April 2019 di Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam.

Selain itu, Nurhatika (20), yang meninggal pada 22 April 2019 setelah mengeluh sakit perut di Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman.
Kemudian, Yaldianto (43), di Nagari Kayu Jao, Kecamatan Guning Talang, yang meninggal dunia karena mengalami penyakit lambung dan hemiparese sinitra, atau kondisi satu tangan atau satu kaki, atau satu sisi wajah menjadi lemah, namun tak sepenuhnya lumpuh. ***

Editor:arie rh
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww