Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
17 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
17 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
13 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
4
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
16 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
5
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
7 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
6
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
20 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Kejati Usut Dugaan Korupsi Pembelian Surat Berharga Bank Sumut

Kejati Usut Dugaan Korupsi Pembelian Surat Berharga Bank Sumut
Ilustrasi. (Net)
Jum'at, 17 Mei 2019 02:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
MEDAN - Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara saat ini sedang menangani penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembelian surat berharga Medium Team Notes (MTN) oleh PT Bank Sumut milik PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP).

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumanggar Siagian mengatakan pembelian itu atas surat penawaran dari MNC Securitas selaku agen yang tidak sesuai ketentuan SK Direksi PT Bank Sumut pada 2017 dan 2018 sebesar Rp 177 Miliar.
 
"Jadi pembelian itu melalui 3 tahap. Tahap I sebesar Rp 52 Miliar pada Oktober 2017, tahap II sebesar Rp 75 Miliar pada Februari 2018, tahap III sebesar Rp50 Miliar di bulan April 2018. Sehingga total memamakan uang Rp 177 Miliar," ujar Sumanggar kepada GoNews.co, Rabu (15/5).
 
Sumanggar menyebutkan, PT Sunprima Nusantara Pembiayaan merupakan adalah anak perusahaan dari PT Columbia yang bergerak di bidang Elektronik, Furniture dan Peralatan Rumah Tangga. Pembelian surat berharga itu merugikan uang bank plat merah tersebut.
 
"Kasus ini sudah proses penyidikan, tapi belum ada tersangka. Sudah 15 orang telah dimintai keterangannya sebagai saksi," kata Sumanggar.
 
Saat ini, lanjut Sumanggar, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah dokumen terkait dengan pembelian suratberharga tersebut.
 
"Dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka setelah pemeriksaan saksi," jelasnya.(GS1)


wwwwww