Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
18 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
5 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton

Peluang dan Tantangan Kerjasama Keamanan Maritim di Kawasan Samudera Hindia

Peluang dan Tantangan Kerjasama Keamanan Maritim di Kawasan Samudera Hindia
Rabu, 26 Juni 2019 20:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - “Peluang dan Tantangan Kerjasama Keamanan Maritim di Kawasan Samudera Hindia” inilah pembahasan pada kegiatan Round Table Discussion TNI Angkatan Laut, bertempat di Wisma Elang Laut (WEL), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Pelaksanaan Round Table Discussion bertujuan untuk mengidentifikasi rumusan sikap TNI/TNI Angkatan Laut terhadap inisiatif kerjasama keamanan maritim di Samudera Hindia dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi diplomasi maritim dan strategi operasi dalam mengantisipasi dinamika di kawasan Indo-Pasifik.

Kasal dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa dengan adanya inisiatif kerjasama keamanan maritim di Kawasan Samudera Hindia dapat dilihat dari sudut pandang Indonesia dalam kesatuan sebagai negara terbesar di ASEAN. Gagasan Indonesia untuk mengedepankan sentralitas ASEAN telah disambut baik oleh banyak negara kawasan dan perlu diperkuat sebagai strategi diplomasi dan pedoman penyusunan arah kebijakan kerjasama di Kawasan Samudera Hindia.

“Oleh karena itu sesuai dengan perencanaan kegiatan Round Table Discussion ini, diharapkan dapat terhimpun berbagai pendapat dan analisis dari para pakar dan peserta diskusi untuk dijadikan bahan masukan yang tepat, lengkap dan komprehensif dalam menyusun konsep pemikiran TNI Angkatan Laut pada kerjasama Indian Ocean Maritime Security Workshop”, ujar Kasal.

Pada kesempatan ini turut menghadirkan beberapa narasumber antara lain Analis Senior P8 Dr. Andi Widjajanto, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Dr. Damos Dumoli Agusman, S.H., M.A., Anggota Tim Kajian Politik Luar Negeri Pusat Penelitian Politik Dr. Adriana Elisabeth, M.Soc.Sc., Deputi V Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Jaleswari Pramodhawardhani, M.A. Hadir sebagai penanggap antara lain Sekretaris Ditjen Strahan Kemhan Brigadir Jenderal TNI. Kup Yanto Setiono, M.A., Danseskoal Laksda TNI Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., Ketua Forum Kajian Pertahanan dan Maritim (FKPM) Tenaga Profesional Bidang Strategi dan Hubungan Internasional Lemhanas Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan dan Direktur IDSR Dr. Yohanes Sulaiman, B.A., Ph.D.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Pejabat Utama Mabesal, para Pimpinan Kotama TNI AL, para Kepala Dinas di jajaran Mabesal dan Perwira dari berbagai satuan. ***

wwwwww