Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Tingkatkan Hubungan Bilateral, Komite I DPD RI Kunjungi Parlemen Rusia

Tingkatkan Hubungan Bilateral, Komite I DPD RI Kunjungi Parlemen Rusia
Sabtu, 06 Juli 2019 22:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terhitung sejak 30 Juni sampai 6 Juli 2019, Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melakukan kunjungan ke Parlemen Rusia. Kunjungan ini dilakukan untuk meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar anggota parlemen kedua negara.

Selain itu, kunjungan dilakukan untuk berdiskusi tentang pengelolaan wilayah negara. Nantinya, hasil diskusi ini akan digunakan sebagai referensi penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Wilayah Negara.

Perjalanan delegasi DPD RI ke Rusia yang berjarak kurang lebih 9.800 kilometer dari Indonesia ini, dipimpin oleh Wakil Ketua, Nono Sampono (dapil Maluku) dan Akhmad Muqowam (Jateng).

Sedangkan dari Komite I DPD RI yang turut dalam SR ke Rusia terdiri dari Wakil Ketua Komite I Jacob Esau Komigi (Papua Barat) dan anggota antara lain Nurmawati Dewi Bantilan (Sulteng), Badikenita Sitepu (Sumut), Andi Surya (Lampung), Nofi Candra (Sumbar), I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (Bali), Mohammad Sofwat Hadi (Kalsel), Syafrudin Atasoge (NTT), Abdul Azis (Sumsel), Abdul Qadir Amir Hartono (Jaitm) dan Abudrachman Lahabato (Malut).

Dalam keterangannya kepada Desapedia.id, sebelum menggelar pertemuan dengan Dewan Legislatif Kota Saint Petersburg, Jum’at (5/7/19), Jacob Esau Komigi selaku juru bicara, mengatakan alasan memilih Rusia sebagai negara tujuan.

Jacob menjelaskan, Indonesia dan Rusia memiliki banyak kesamaan. Secara geografis, baik Indonesia maupun Rusia merupakan negara yang strategis karena berada di antara benua, dimana Indonesia diapit Benua Asia dan Australia. Sedangkan Rusia berada di antara Benua Eropa dan Asia. Selain diapit dua benua, kedua negara ini pun diapit oleh dua samudera. Indonesia diapit oleh Samudera Hindia dan Pasifik, sedangkan Rusia diapit oleh Samudera Arktik dan Pasifik.

"Secara sosiologis, masyarakat Indonesia dan Rusia juga memiliki kesamaan karena memiliki masyarakat yang heterogen dimana terdapat banyak suku bangsa, ras, agama, budaya, bahasa dan sebagainya," tandasnya.

Dihadapan anggota Dewan Legislatif Kota St. Petersburg, Jacob menjelaskan Indonesia menghadapi berbagai kondisi umum perbatasan yang kurang kondusif, mulai dari kondisi fisik perbatasan, kondisi infrastruktur pelayanan masyarakat, kondisi penduduk, kondisi perekonomian, kondisi sumber daya alam, kondisi pertahanan dan keamanan, sampai pada kondisi pemanfaatan ruang.

Akibatnya, lanjut Jacob, berbagai aktivitas pelanggaran hukum lintas batas seperti illegal trading, illegal mining, illegal dredging/sand, illegal migration, illegal logging, human trafficking, people smuggling, penyelundupan barang, pencurian ikan (illegal fishing), perompakan (sea piracy), dan sebagainya sangat merugikan negara.

"Kunjungan kerja kami ke Rusia, pada dasarnya untuk berdiskusi mengetahui bagaimana pengelolaan wilayah negara di Rusia. Hal ini penting bagi kami, karena kawasan perbatasan merupakan manifestasi utama kedaulatan negara, dimana perbatasan mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya dan kepastian hukum bagi penyelenggaraan aktifitas kepemerintahan," ungkap Jacob.

Jacob berharap Dewan Legislatif Kota St. Petersburg dapat berbagi dengan Komite I tentang bagaimana pengelolaan wilayah negara yang berlaku di Rusia, baik dari aspek kelembagaan, kewenangan bahkan sistem atau model penegakan aturan tersebut sehingga dapat berjalan dengan efektif.

Dari pihak Dewan Legislatif Kota St. Petersburg sendiri menyambut baik kedatangan dan maksud tujuan komite I DPD RI untuk berdialog dengan parlemen mereka.
Wakil Ketua Dewan Legislatif Kota St. Petersburg, Anatoly Drozdov dan Ketua Komite Pemerintah Daerah dan Administrasi, Yuri Galdunov, menyatakan siap membangun kerjasama yang intensif dalam penguatan fungsi parlemen dan juga menginisiasi kerjasama berbagai bidang antara Indonesia dan Rusia.***

wwwwww