Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
Politik
13 jam yang lalu
Fahri: Keberagaman di Nusantara Bisa Jadi Format bagi Indonesia untuk Mempersatukan Dunia
2
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
DPR RI
9 jam yang lalu
DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini
3
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
Politik
2 jam yang lalu
Sosok Wasekjen PAN Irvan Herman, Pembela Mumtaz Rais saat Ribut di Pesawat dengan Wakil Ketua KPK
4
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Mendagri Minta Kepala Daerah Inovatif Jaga Perekonomian Daerah
5
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
Kesehatan
8 jam yang lalu
Vaksinasi: TNI-Polri Mengkoordinasi Kemenkes, Kemendikbud dan PMI
6
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Pendidikan
6 jam yang lalu
Murid Sekolah Gratis BAZNAS Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Limbah B3 dari Luar Negeri ke Batam, Komisi VII DPR: PT. Sucofindo Harus Tanggung Jawab

Soal Limbah B3 dari Luar Negeri ke Batam, Komisi VII DPR: PT. Sucofindo Harus Tanggung Jawab
Senin, 08 Juli 2019 16:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - PT. Sucofindo diminta bertanggung jawab dengan banyaknya kiriman kontainer dari luar negeri yang terindikasi berisi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu melalui siaran persnya yang diterima GoNews.co, Senin (08/07/2019) di Jakarta.

"Salah satu yang bertanggung jawab atas permasalahan tersebut PT. Sucofindo, karena mereka yang meloloskannya. Walaupun saya juga enggak yakin, kalau memang betul-betul diperiksa, masa sampai kecolongan. Tentu ini harus diperdalam lagi,” ujar Gus Irawan.

Saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Batam, Kepri, Jumat (5/7/2019) lalu, Gus Irawan mengaku menemukan limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan.

"Ini bukan hanya merugikan Batam, tapi juga Bangsa Indonesia dan mencederai nama baik Tanah Air. Karena Indonesia negara besar dan berdaulat. Masak bangsa sebesar ini jadi tempat pembuangan sampah-sampah dari luar negeri. Tentu kita sebagai masyarakat tidak akan rela,” papar Gus irawan.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, permasalahan sampah limbah tersebut juga harus segera diselesaikan terutama oleh PT. Sucofindo. Pasalnya perusahaan tersebut berperan penting terhadap masuknya sampah ke wilayah Batam.

Dari temuannya itu, Gus Irawan memaparkan, total kontainer yang terindikasi membawa sampah dari luar negeri sebanyak 65 kontainer, dengan komposisi 11 kontainer dinilai aman, 16 kontainer tercampur, dan 38 kontainer terkontaminasi limbah B3.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Utara itu mengatakan, keberadaan para pengusaha merupakan aset penting bagi Bangsa Indonesia, karena turut serta dalam membayar pajak.

"Namun di sisi lain, pengusaha yang beroperasi di wilayah Indonesia juga harus menjaga lingkungan agar tetap sehat," pungkasnya.***


wwwwww