Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
15 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
2 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
2 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
4
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
2 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
5
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
2 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
6
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
50 menit yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dipanggil KPK, Bupati Kep. Meranti Ijin Tak Hadir, Fadhlullah?

Dipanggil KPK, Bupati Kep. Meranti Ijin Tak Hadir, Fadhlullah?
Gedung KPK di bilangan Kuningan, Jakarta (Zul/GoNews)
Selasa, 09 Juli 2019 22:17 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus-menerus memanggil para saksi untuk tersangka Indung alias IND. Hari ini, Selasa (9/7/2019), KPK memanggil Irwan (Bupati Kepulauan Meranti) dan Fadhlullah (Anggota Komisi VI DPR RI).

Bupati Kep. Meranti, Irwan, dipastikan tidak hadir dan menyampaikan pada penyidik KPK ihwal ketidakhadirannya itu, sehingga KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan pada Irwan, Kamis (11/7/2019), dua hari mendatang.

Ketidakhadiran Irwan juga disampaikan oleh KPK melalui update pers hariannya. Setidaknya, ada 4 orang tak hadir dari total 7 orang yang diperiksa untuk tersangka Indung (IND).

Adapun 7 orang yang dipanggil itu adalah, Serly Virgiola (swasta), H. Harmawan (swasta), Fadhlullah (Anggota Komisi VI), Dipa Malik (swasta), Drs, H. Irvan (Bupati Kepulauan Meranti), Subagyo (Ketua Panitia Pengadaan Penyelenggara Lelang Gula Rafinasi), Husodo (Kepala Seksi Pengembangan Pasar Rakyat Kemendag).

Selain Bupati Irwan, ada Harmawan dan Serly Virgiola yang tak hadir. Tapi Serly, disebut KPK telah diperiksa lebih awal, yakni pada Senin lalu. Dan untuk Harmawan, KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan.

Sementara Fadhlullah, anggota DPR RI asal partai Gerindra dapil Aceh, belum bisa dipastikan kehadirannya. Tapi Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak saat ditemui GoNews.co mengatakan, "berarti hadir," karena nama Fadhlullah tak masuk dalam daftar 4 orang yang tak hadir.

Belum diketahui pasti letak dugaan keterkaitan Fadhlullah dan Irwan dalam kasus yang mentersangkakan Indung (IND). Adapun Indung, merupakan tersangka dalam perkara Suap Bidang Pelayaran antara PT. Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT. HTK (Humpuss Transportasi Kimia) dan penerimaan lain yang terkait jabatan, yang juga telah mentersangkakan Bowo Sidik Pangarso. Bowo, satu Komisi dengan Fadhlullah di DPR RI.

Untuk tersangka IND, KPK juga telah memeriksa sebagai saksi, yakni anggota Komisi VII DPR RI, M. Nasir, beberapa waktu lalu.

Nasir, adalah adik dari eks. Bendum Partai Demokrat (M. Nazaruddin) yang menjadi legislator melalui partai Demokrat di Daerah Pemilihan (Dapil) Riau.

Dan masih untuk tersangka Indung (IND), KPK juga mengejar data dari Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Berulang kali tak hadir diperiksa, KPK menjadwalkan pemeriksaan pada 18 Juli untuk Enggar yang telah disita dari ruangan kerjanya sejumlah dokumen terkait Gula Rafinasi.***


wwwwww