Loading...    
           

Pemprov Sumbar dan Pemkot Sawahlunto Segera Bentuk Badan Pengelola Ombilin

Pemprov Sumbar dan Pemkot Sawahlunto Segera Bentuk Badan Pengelola Ombilin
Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti memberi keterangan pada media di Lubang Tambang Mbah Suro.
Selasa, 09 Juli 2019 00:17 WIB
Penulis: Anton Saputra
SAWAHLUNTO - Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto baru saja ditetapkan sebagai warisan dunia (World Heritage) oleh UNESCO. Pemkot Sawahlunto dan Pemprov Sumatera Barat segera melakukan berbagai langkah guna menindaklanjutinya. Dari pihak Pemprov Sumatera Barat, dalam waktu dekat ini akan membentuk Badan Pengelola Ombilin.

Irwan Prayitno selaku Gubernur Sumbar mengatakan, Badan Pengelola Ombilin akan difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

"Langkah pertama dari Pemprov, kita membentuk Badan Pengelola Ombilin. Nanti akan fasilitasi Dirjen Kebudayaan Kemdikbud RI. Badan Pengelola Ombilin ini akan membawahi 7 kabupaten/kota lainnya di luar Sawahlunto yang dilalui oleh jalur rel kereta api, termasuk kawasan Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven) di Kota Padang," ujar Irwan Prayitno, saat meresmikan pompa air tenaga surya bantuan dari PT. Bukit Asam, di Desa Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Senin (8/6/2019).

Lebih lanjut, Irwan mengungkapkan bahwa dalam Badan Pengelola Ombilin nantinya akan melibatkan banyak organisasi maupun pihak terkait. Termasuk dari pihak pemerintah pusat, seperti kementerian dan lainnya.

"Di Badan Pengelola Ombilin ini juga akan kita bahas program seperti apa agar masyarakat setempat dapat merasakan manfaat dari status warisan dunia UNESCO ini. Terutama dampak ekonomi, sehingga masyarakat setempat dapat naik taraf kesejahteraannya," terangnya.

Gubernur juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang tersebar di destinasi wisata yang akan semakin ramai dengan status Sawahlunto sebagai world heritage.

"Masyarakat setempat segeralah tangkap peluang terutama peluang bisnis yang berkaitan atau memanfaatkan pariwisata. Sehingga nanti keuntungan dirasakan masyarakat setempat, bukan lari ke pemilik-pemilik modal besar," saran IP sapaan akrabnya.

Di tempat berbeda Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti mengatakan, Pemkot Sawahlunto akan melakukan tindak lanjut menjaga komitmen untuk mengisi, memelihara dan melestarikan apa yang terlindungi dalam warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto tersebut.

"Komitmen menjaga dan melestarikan ini, kita lindungi secara legal dengan adanya Peraturan Daerah. Yakni Perda Nomor 9 Tahun 2016," ucapnya di Lubang Tambang Mbah Suro.

Zohirin menjelaskan, setiap pembangunan di tempat-tempat yang dilindungi Perda Cagar Budaya ini, harus dengan pertimbangan dari tenaga ahli dari pihak berkompeten, seperti Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Untuk tindak lanjut di bidang lainnya, terutama di sektor pariwisata, sebut Zohirin sudah berjalan dan akan terus ditingkatkan. Seperti dukungan kebijakan maupun pembangunan infrastruktur terkait penunjang pariwisata heritage world tersebut.

"Dari pihak pemerintah, tentu mendukung penetapan warisan dunia ini dengan kebijakan untuk program maupun pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Dukungan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata ini dibantu oleh PT. Bukit Asam yang membantu memfasilitasi koordinasi Pemko Sawahlunto dengan manajemen Hotel Indonesia untuk menyulap kawasan kantor utama PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PTBA UPO) menjadi hotel yang representatif.

"Tadi pak Arvyan Arifin Direktur Utama PTBA sampaikan bahwa pembangunan hotel itu sekarang sudah dalam proses tender. Nantinya hotel ini berkapasitas 102 kamar," lanjutnya.

Agar masyarakat setempat juga 'kecipratan' keuntungan ekonomi dari pariwisata nanti, maka homestay - homestay yang dikelola masyarakat nanti akan diupayakan untuk ditambah dan ditingkatkan kualitasnya.

"Kita lakukan perlahan tindaklanjutnya, yang pasti dampak bagi kesejahteraan masyarakat tentu menjadi prioritas. Selain yang utama menjaga dan melestarikan warisan dunia itu, sehingga jangan sampai UNESCO nanti kecewa karena setelah diberi kepercayaan, nyatanya tidak mampu kita jaga dengan baik," pungkasnya. (ton)


       
        Loading...    
           
wwwwww