Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Jaga Perekonomian, Presiden: Jangan Ada Lagi Beli dari Luar
2
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
Politik
13 jam yang lalu
Jamuan Makan Malam dengan Puan, Pimpinan DPD RI Minta Hasil Kinerja Lembaganya Ditindaklanjuti DPR
3
Kemenangan Jokowi-Ma'ruf, Sesuai Keputusan MK dan Keputusan MA
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Kemenangan Jokowi-Maruf, Sesuai Keputusan MK dan Keputusan MA
4
Hetifah Minta Kemendikbud Prioritaskan Masalah Guru Honorer, Prekrutan Baru Didorong secara Digital
Nasional
16 jam yang lalu
Hetifah Minta Kemendikbud Prioritaskan Masalah Guru Honorer, Prekrutan Baru Didorong secara Digital
5
Syarief Hasan Minta Presiden untuk Menolak RUU HIP
Politik
14 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Presiden untuk Menolak RUU HIP
6
Syarief Hasan: Sidang Tahunan MPR Terapkan Protokol Kesehatan
MPR RI
14 jam yang lalu
Syarief Hasan: Sidang Tahunan MPR Terapkan Protokol Kesehatan
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Bupati Kep. Meranti Akui Diperiksa soal DAK

Bupati Kep. Meranti Akui Diperiksa soal DAK
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir saat keluar dari gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7/2019) | Foto: Zul/GoNews
Kamis, 11 Juli 2019 17:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengaku, dirinya diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus yang diduga menjadi sumber gratifikasi Bowo Sidik Pangarso.

"Iya soal DAK (Dana Alokasi Khusus)," kata Irwan kepada wartawan saat keluar dari gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/07/2019), sekira pukul 17.25 WIB, sore.

Irwan mengatakan, dirinya tidak cukup tahu soal DAK yang kini dipersoalkan itu. Katanya, "Saya nggak tahu karena waktu itu sedang tidak menjabat,".

Seperti diketahui, DAK Kepulauan Meranti tengah diduga menjadi salah satu sumber gratifikasi Bowo Sidik Pangarso, yang kini menjadi tersangka kasus suap bidang Pelayaran antara PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dan penerimaan lain yang terkait dengan jabatan.

Dalam kasus terkait Humpus ini, selain terhadap Bowo, KPK juga telah mentersangkaan Asti Winasty (GM Commercial PT HTK), dan Indung alias IND (anak buah Bowo di PT Inersia).

Tapi Irwan menegaskan, "saya tidak pernah ketemu," dengan Bowo Sidik Pangarso.***


wwwwww