Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Pertemuan Prabowo dan Jokowi di MRT, La Nyalla: Sejarah bagi Anak Cucu Kita

Pertemuan Prabowo dan Jokowi di MRT, La Nyalla: Sejarah bagi Anak Cucu Kita
Sabtu, 13 Juli 2019 22:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA – Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, Sabtu (13/7/2019), mendapat apresiasi banyak pihak. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih 2019-2024, La Nyalla Mahmud Mattalitti, memuji sikap kenegarawanan kedua tokoh bangsa tersebut.

"Hari ini akan tercatat dalam sejarah, dikenang oleh anak cucu kita sebagai proses berdemokrasi yang sangat baik, sangat dewasa. Pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo sangat menyejukkan, dan Insya Allah akan segera mencairkan polarisasi di tengah masyarakat. Republik tercinta akan kembali rekat, rukun, penuh persaudaraan," ujar La Nyalla saat dihubungi wartawan, Sabtu (13/7/2019).

La Nyalla mengatakan, pertemuan yang digelar sembari menikmati perjalanan di MRT Jakarta itu juga memberi pesan kepada masyarakat bahwa keduanya sebenarnya tidak memiliki masalah apa pun.

”MRT menjadi simbol kemajuan Indonesia sekaligus upaya perwujudan Indonesia adil dan makmur karena merupakan transportasi publik yang ramah untuk seluruh rakyat. Mudah-mudahan pertemuan tersebut membuat bangsa ini semakin kuat, maju, adil, dan makmur,” jelas La Nyalla yang juga ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Kedua capres tersebut bertemu terakhir pada 13 April 2019 saat debat putaran terakhir menjelang Pilpres 17 April 2019. Setelah itu, Jokowi dan Prabowo tak pernah bertemu. Gugatan perselisihan hasil Pilpres juga menghangatkan relasi kedua kubu pendukung. Bahkan, sempat terjadi dinamika saat ada aksi demonstrasi menanggapi keputusan KPU.

La Nyalla berharap, seusai pertemuan kedua tokoh, panasnya kedua kubu pendukung diharapkan segera mendingin. Relasi yang sempat renggang kembali mendekat. Polarisasi di masyarakat segera mencair.

"Saya kira semua masyarakat sudah capek dengan cebong versus kampret. Pak Jokowi dan Pak Prabowo sudah setuju enggak ada lagi itu cebong dan kampret, semua merah-putih. Masyarakat dan pendukung kedua tokoh tersebut harus meneladani apa yang telah dilakukan Pak Jokowi dan Pak Prabowo," ujarnya.

Dengan kembali rekatnya persatuan nasional, imbuh La Nyalla, itu akan menjadi modal terpenting untuk membangun bangsa ke depan. "Syarat utama dan pertama kesuksesan sebuah bangsa adalah persatuan rakyatnya. Tanpa ada persatuan, percuma ada anggaran negara, percuma ada inovasi-inovasi teknologi, percuma ada perencanaan pembangunan secanggih apapun. Maka pertemuan hari ini sangat bersejarah, mempersatukan kita semua untuk membangun Indonesia ke depan," pungkasnya.***

wwwwww