Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
19 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Fraksi NasDem MPR: Silaturahmi Prabowo-Jokowi Bikin Sejuk Bangsa

Fraksi NasDem MPR: Silaturahmi Prabowo-Jokowi Bikin Sejuk Bangsa
Senin, 15 Juli 2019 15:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto telah memberikan kesejukan dan kedamaian bangsa.

Hal ini diungkapkanya dalam diskusi Empat pilar MPR, Senin (15/7/2019) di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. "Saya menyatakan apresiasi, artinya dengan pertemuan kemarin paling tidak memberikan suatu kesejukan, kedamaian kepada bangsa," ujarnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut tak elok jika disangkutpautkan dengan istilah rekonsiliasi. Apalagi sampai dituding dengan istilah bagi-bagi.

"Intinya pertemuan itu sebagai bentuk atau simbol perdamaian pasca Pilpres, jadi kalau disebut rekonsiliasi apanya yang mau di rekonsiliasi, kan dua-duanya selama ini juga berteman baik," tegasnya.

Dalam hajatan demokrasi 5 tahunan kata dia, berbeda pandangan dan beda pilihan pasti selalu ada. Namun sebagai bangsa yang besar, Ia berharap semua lapisan masyarakat menyadari bahwa pesta tersebut niatanya demi kemakmuran dan kemajuan bangsa. "Jadi ini yang perlu disadari, contoh ketika kita Nasdem misalnya, bergabung dengan Koalisi pemerintah, bukan berarti juga kita memusuhi parpol non pendukung pemerintah," urainya.

Koalisi  itu kata Dia, dibangun dengan platform yang sama, pandangan yang sama. "Ketika Nasdem bergabung ke pak Jokowi, tentu mempunyai platform yang sama dengan pak Jokowi selama 5 tahun memimpin. Misalnya soal visi, Nasdem memandang ini perlu dilanjutkan sehingga memutuskan untuk berkoalisi," tandasnya.

"Artinya pertemuan itu yang harus kita artikan adalah rekonsiliasi secara makro, kepentingan bangsa,  karena memang saya melihat dengan era teknologi informasi begitu canggih, tentu  juga ada gangguan-gangguan. Sekarang orang dengan mudah menerima bermacam-macam informasi yang kadang mereka pelintir. Inilah yang harus kita pahami, bahwa pertemuan tersebut sejatinya adalah silaturahmi untuk kemajuan dan persatuan bangsa," pungkasnya.***

wwwwww