Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
12 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
15 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
15 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
15 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
19 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fraksi NasDem MPR: Silaturahmi Prabowo-Jokowi Bikin Sejuk Bangsa

Fraksi NasDem MPR: Silaturahmi Prabowo-Jokowi Bikin Sejuk Bangsa
Senin, 15 Juli 2019 15:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan, pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subiyanto telah memberikan kesejukan dan kedamaian bangsa.

Hal ini diungkapkanya dalam diskusi Empat pilar MPR, Senin (15/7/2019) di Media Center, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. "Saya menyatakan apresiasi, artinya dengan pertemuan kemarin paling tidak memberikan suatu kesejukan, kedamaian kepada bangsa," ujarnya.

Menurutnya, pertemuan tersebut tak elok jika disangkutpautkan dengan istilah rekonsiliasi. Apalagi sampai dituding dengan istilah bagi-bagi.

"Intinya pertemuan itu sebagai bentuk atau simbol perdamaian pasca Pilpres, jadi kalau disebut rekonsiliasi apanya yang mau di rekonsiliasi, kan dua-duanya selama ini juga berteman baik," tegasnya.

Dalam hajatan demokrasi 5 tahunan kata dia, berbeda pandangan dan beda pilihan pasti selalu ada. Namun sebagai bangsa yang besar, Ia berharap semua lapisan masyarakat menyadari bahwa pesta tersebut niatanya demi kemakmuran dan kemajuan bangsa. "Jadi ini yang perlu disadari, contoh ketika kita Nasdem misalnya, bergabung dengan Koalisi pemerintah, bukan berarti juga kita memusuhi parpol non pendukung pemerintah," urainya.

Koalisi  itu kata Dia, dibangun dengan platform yang sama, pandangan yang sama. "Ketika Nasdem bergabung ke pak Jokowi, tentu mempunyai platform yang sama dengan pak Jokowi selama 5 tahun memimpin. Misalnya soal visi, Nasdem memandang ini perlu dilanjutkan sehingga memutuskan untuk berkoalisi," tandasnya.

"Artinya pertemuan itu yang harus kita artikan adalah rekonsiliasi secara makro, kepentingan bangsa,  karena memang saya melihat dengan era teknologi informasi begitu canggih, tentu  juga ada gangguan-gangguan. Sekarang orang dengan mudah menerima bermacam-macam informasi yang kadang mereka pelintir. Inilah yang harus kita pahami, bahwa pertemuan tersebut sejatinya adalah silaturahmi untuk kemajuan dan persatuan bangsa," pungkasnya.***


wwwwww