Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
21 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
15 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
19 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
19 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Amien Rais Ingatkan 'Demokrasi Bodong'

Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Amien Rais Ingatkan Demokrasi Bodong
Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional), Amien Rais (tengah) saat jumpa pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019). (Foto: Zul/GoNews)
Senin, 15 Juli 2019 15:31 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional), Amien Rais mewanti-wanti politisi soal bahaya demokrasi 'bodong'. Menyusul terjadinya rekonsiliasi Prabowo-Jokowi.

Dalam jumpa pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019), Amien menegaskan pentingnya oposisi dalam demokrasi.

"Kalo demokrasi tanpa oposisi itu namanya demokrasi boongan, demokrasi bodong," kata Amien.

Karenanya, untuk tetap menjaga adanya oposisi, Amien mengatakan, rekonsiliasi jangan hanya soal konsesi kekuasaan.

"Jangan pernah kooptasi, dapat 1-2 kursi kemudian kocar-kacir semua," kata Amien.

Partai politik sebagai pengisi parlemen, ditegaskan Amien, berfungsi sebagai pelaksana pengawasan terhadap pemerintah. Sehingga, "kalau parlemen sebagian besar sudah jadi cap stempel atau juru bicara ekskekutif (karena partai oposan terlibat di konsesi eksekutif, red), itu namanya kematian buat demokrasi,".

Amien pun berharap, Jokowi mendapat kekuasaannya secara 'utuh' sebagai presiden terpilih periode 2019-2024.

"Wanti-wanti saya, jangan mencoba kemudian mengaburkan (demokrasi, red) sehingga demokrasi berubah menjadi otokrasi," pungkas Amien.***

wwwwww