Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Amien Rais Ingatkan 'Demokrasi Bodong'

Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi, Amien Rais Ingatkan Demokrasi Bodong
Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional), Amien Rais (tengah) saat jumpa pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019). (Foto: Zul/GoNews)
Senin, 15 Juli 2019 15:31 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan PAN (Partai Amanat Nasional), Amien Rais mewanti-wanti politisi soal bahaya demokrasi 'bodong'. Menyusul terjadinya rekonsiliasi Prabowo-Jokowi.

Dalam jumpa pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019), Amien menegaskan pentingnya oposisi dalam demokrasi.

"Kalo demokrasi tanpa oposisi itu namanya demokrasi boongan, demokrasi bodong," kata Amien.

Karenanya, untuk tetap menjaga adanya oposisi, Amien mengatakan, rekonsiliasi jangan hanya soal konsesi kekuasaan.

"Jangan pernah kooptasi, dapat 1-2 kursi kemudian kocar-kacir semua," kata Amien.

Partai politik sebagai pengisi parlemen, ditegaskan Amien, berfungsi sebagai pelaksana pengawasan terhadap pemerintah. Sehingga, "kalau parlemen sebagian besar sudah jadi cap stempel atau juru bicara ekskekutif (karena partai oposan terlibat di konsesi eksekutif, red), itu namanya kematian buat demokrasi,".

Amien pun berharap, Jokowi mendapat kekuasaannya secara 'utuh' sebagai presiden terpilih periode 2019-2024.

"Wanti-wanti saya, jangan mencoba kemudian mengaburkan (demokrasi, red) sehingga demokrasi berubah menjadi otokrasi," pungkas Amien.***


wwwwww