Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Insiden MOS Taruna Indonesia, Polisi Baru Tetapkan 1 Tersangka

Insiden MOS Taruna Indonesia, Polisi Baru Tetapkan 1 Tersangka
Ilustrasi tersangka/Ist.
Senin, 15 Juli 2019 18:01 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Polresta Palembang telah menetapkan seorang tersangka terkait insiden tewasnya DBJ (14), saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS) di SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang. Jumlah tersangka masih bisa bertambah.

"Sejauh ini, hasil penyelidikan baru mengarah kepada 1 tersangka. Apabila ada barang bukti lain yang cukup signifikan, mungkin (jumlah tersangka, red) bisa bertambah. Sejauh ini baru 1 (tersangka, red)" ujar Kasatreskrim Polresta Palembang Komisaris Yon Edi Winara, Palembang, Senin (15/7/2019).

Yon mengatakan, tersangka tersebut adalah Obby Frisman Arkataku (24), seorang pembina di SMA Taruna Indonesia. Status tersangaka untuk OFA, telah ditetapkan pada Minggu (14/7) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, kata Yon, diketahui motif OFA menganiaya DBJ karena kesal dan menganggap DBJ kerap bermalas-malasan selama MOS. Kekesalan OFA, juga dipicu oleh makian DBJ pada dirinya.

"Motifnya kesal, katanya korban ini malas-malasan. Korban dikasari, lalu dipukul pakai bambu. Korban memaki pelaku setelah dipukul pakai bambu dan membuat pelaku kesal," ujar Yon.

Kata Yon, OFA menarik DBJ yang dalam posisi terduduk hingga kepala DBJ membentur aspal. Akibat benturan di kepala tersebut, DBJ tidak sadarkan diri.

Kondisi tubuh DBJ berlanjut ke situasi kejang-kejang hingga akhirnya dibawa ke RS Myria Palembang, namun nyawa DBJ tak tertolong. DBJ dinyatakan tewas pada Sabtu (13/7/2019).***

wwwwww