Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
14 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton
Kejuaraan Wushu Junior Asia 2019

Lagi, Indonesia Tambah Dua Perunggu

Lagi, Indonesia Tambah Dua Perunggu
Febri Handoyo Siregar bersama Nurossi Nurasjati (Manajer Tim Wushu Indonesia) dan Sekjen PB WI, Ngatino.
Rabu, 21 Agustus 2019 21:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim Wushu Indonesia menambah dua medali perunggu pada Kejuaraan Wushu Junior Asia di Kompleks Sukan Negara Hassanal Bolkiah Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam, Rabu, 21 Agutus 2019. Kedua medali perunggu itu disumbangkan Jonathan Alexander Arianto Juwana Nanquan (Taulo) dan Febri (Sanda).

Di nomor Nanquan kelas A Putra, Jonathan Alexander Arianto Juwana meraih perunggu dengan nilai 9,30. Medali emas diraih Bani Talebi (Iran) dengan nilai 9,32 dan perak direbut Ti Kai Jie Bryan (Malaysia) dengan nilai 9,31.

Penampilan Jonathan Alexander Arianto Juwana, kata pelatih Taulo Tim Wushu Indonesia, Sherlie Hoediono, cukup bagus di nomor Nanquan Kelas B putra. "Saya apresiasi penampilan Jonathan yang menampilkan gerakan cukup sempurna. Hasil medali perunggu sudah cukup bagus pada penampilan perdana Jonathan Alexander Arianto Juwana di Kejuaraan Wushu Junior Asia 2019. Mudah-mudahan ke depan dia bisa lebih giat lagi dalam berlatih untuk bisa meraih hasil yang lebih baik lagi," kata Sherlie Hoediono yang dihubungi menggunakan WhatsApp, Rabu (21/8/2019) malam.

Di nomor Sanda anak-anak putra kelas 42kg, Febri Handoyo Siregar memastikan menambah perolehan perunggu setelah kalah dari atlet wushu Kazakhstan, Yanis Paskarigi. "Dari segi teknik Febri tidak kalah dengan Yanis. Dia hanya kalah stamina," kata Herman Syah Monginsidi.

Persaingan di Kejuaraan Wushu Junior Asia 2019, kata Herman Syah Monginsidi, cukup keras. Selain China, Iran, India, Vietnam, katanya, Korea Selatan juga mengalami kemajuan pesat. "Ke depan, kita harus mempersiapkan atlet lebih panjang lagi sehingga mereka bisa tampil lebih baik lagi," katanya.

Dengan tambahan dua medali perak ini, Tim Wushu Indonesia sudah mengantongi 1 medali emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Pada Kejuaraan Wushu Junior Asia di Korea Selatan 2017, Indonesia meraih 1 emas, 5 perak, dan tiga perunggu. "Kita masih punya peluang menambah perolehan medali di nomor Taulo," kata Sherlie Hoediono.

"Ya, kita juga masih punya peluang menambah perolehan medali di nomor Sanda," timpal Herman Syah Monginsidi. ***

wwwwww