Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Kerusuhan Papua dan Papua Barat, Fahri Hamzah: Presiden Jokowi Harus Segera Atasi Persoalan Rasisme

Soal Kerusuhan Papua dan Papua Barat, Fahri Hamzah: Presiden Jokowi Harus Segera Atasi Persoalan Rasisme
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. (Istimewa)
Rabu, 21 Agustus 2019 16:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan untuk tidak sekedar mengimbau kepada masyarakat Papua dan Papua Barat agar bersabar, terkait persoalan rasisme di Malang, Surabaya, yang berujung aksi unjuk rasa dengan pembakaran kantor DPRD Papua Barat, Senin kemarin. Presiden, harus segera mengatasi persoalan rasisme yang dialami masyarakat Papua dan Papua Barat.

Demikian saran yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Kokesra), Fahri Hamzah ditemui awak media dislea-sela acara Seminar Nasional yang diselenggarakan BAKN DPR RI bertema “Mengawal Akuntabilitas Keuangan Negara” di Gedung Nusantara IV DPR RI, Rabu (21/8/2019).

Menurut Fahri, imbauan Presiden agar masyarakat Bumi Cendrawasih bersabar, tidak cukup mengatasi persoalan tersebut. Justru Presiden harus memberikan jaminan agar hal serupa tidak terulang.

"Berilah jaminan bahwa apa yang terjadi tidak akan terulang, obatilah perasaan tersinggung orang, perasaan luka orang, perasaan kecewa bahwa diperlakukan secara tidak baik. Presiden harus memberikan jaminan perasaan itu," katanya.

Selain memberikan jaminan perasaan dan persoalan rasisme tidak terulang kembali, lanjut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu, Presiden Jokowi juga harus meminta Kapolri Tito Karnavian segera menangkap yang melakukan penghinaan kepada mahasiswa asal Papua.

"Yang menyebabkan semua ini terjadi harus dihukum, apalagi dia adalah pejabat publik. Pejabat publik enggak boleh ngomong sembarangan dengan tuduhan dan omongan tidak benar," paparnya.

Pasca dugaan rasisme kepada mahasiswa asal Papua di asrama Surabaya, Jawa Timur. Masyarakat di Papua dan Papua Barat tidak terima dihina dan akhirnya terjadi kerusuhan Manokwari, Sorong dan Fakfak yang berujung pada pembakaran di kantor DPRD Papua Barat.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengimbau kepada masyarakat yang ada di Papua dan Papua Barat untuk mengedepankan sikap memaafkan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi menyusul adanya kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, yang disebabkan aksi protes massa atas dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur.

"Pace, mace, mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah saling memaafkan. Emosi itu boleh tapi memaafkan itu lebih baik, Sabar juga lebih baik," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/9/2019) kemarin.

Jokowi pun memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan perhatian kepada warga di tanah Bumi Cendrawasih dalam menciptakan kesejahteraan seluruh masyarakat.

"Yakinlah bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan pace, mace, mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," tutur Jokowi.***

wwwwww