Loading...    
           

Menteri LHK yang Baru Harus Bisa Kembangkan Industri Hutan

Menteri LHK yang Baru Harus Bisa Kembangkan Industri Hutan
Ilustrasi kayu akasia. (Istimewa)
Senin, 26 Agustus 2019 18:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Calon Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jilid II, diharapkan mampu mengembangkan industri hutan dengan memanfatkan sumber alam yang melimpah.

Demikian diungkapkan Juru bicara (Jubir) Komunitas Rimbawan Nusantara (KRN) Bambang Soepijanto, kepada wartawan, Senin (26/8/2019) di Jakarta.

"Bisnis kehutanan ini kan bisnis jangka panjang, kalau misalnya Menteri LHK dilantik oktober 2019, dan punya program contoh saja menanam sengon, itu 5 tahun belum tentu panen, karena butuh 6-7- tahun baru bisa panen. Jadi harus benar-benar ada sosok kreatif," ujarnya.

Menteri LHK ke depan kata Dia, harus bisa membangkitkan kejayaannya hutan dengan cara transformasi. "Transformasi yang saya maksud, adalah bagaimaan mengelolaa sumber alam hutan dengan beberpa hal yang harus diubah, misalnya skil, tekhnologi dan modalnya," urainya.

"Misalnya kita kalau mengelola panel kayu olahan hutan alam, harusnya bisa juga dari hutan tanaman, dengan spindel atau mesin kecil. Kemudain kalau ada hutan akasia, kita selama ini selalu menganologikan hanya untuk bahan pulp. Padahal, kayu akasia bisa diolah lebih banyak yang tidak sekedar pulp," timpalnya.

Contohnya kata Bambang, akar kayu akasia juga bisa diolah menjadi bio diesel, kemudian daunnya bisa diolah untuk herbal sebagai obat diabetes. "Dan rantingnya juga bisa diolah untuk pelet, kemudian batangnya untuk kayu olahan pertukangan dan selebihnya untuk pulp. Jadi satu batang untuk semua," tandasnya.

Setahun ini saja katanya lagi, ada penebangan sekitar 250 ribu batang kayu akasia, yang umumnya akar kayu akan ditinggal. "Yang bahanya lagi, ternyata akar itu juga sumber kebakaran di daerah-daerah yang rawan karhutla," tegasnya.

Untuk itu, ia juga menyarakan agar KLHK, ke depan bisa menanam tanaman yang bisa dipanen dengan jangka pendek, yang dibarengi dengan teknologi.

"Seperti di jepang, kapal-kapal besar itu dibuat dari kayu kecil yang di pres menjadi batang besar. Ini kan namanya tekhnologi. Jadi Industri hutan tidak selamanya menggunakan tanaman jangka panjang," tegasnya lagi.

Jadi kata Bambang Soepijanto, seyogayanya Presiden Joko Widodo dapat memilih nama calon Menteri KLHK untuk periode 2019-2024, dari kalangan Profesional Rimbawan. "Kalau figur tentu banyak, tapi kita menyampaikan kriteria yang wajib adalah Profesional Rimbawan. Profesional Rimbawan sebanarnya juga banyak, tapi kita ingin sosok yang mampu dan bersedia menerima resiko," ujar Bambang.

Bambang Sopijanto yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO) itu menambahkan, sosok profesional rimbawan yang dimaksud adalah tokoh yang mampu jadi leaders dan sosok pengambil keputusan yang baik.

"Selain itu, calon menteri juga harus memiliki jiwa petarung, yang berfikir keluar dari box, dan dia punya visi yang luar biasa untuk memajukan, membangkitkan kembali kehutanan dan industrinya. Itu menjadi syarat bagi pemimpin yang akan mengendalikan kementerian kehutanan 5 tahun mendatang," tegasnya.

Selain itu lanjut Bambang, calon atau tokoh tersebut juga harus mempunyai kemapuan, baik kompetensi, kualifikasi dan rekam jejak yang mampu menyeimbangkan aspek ekologi, ekonomi dan sosial. "Jadi belum tentu juga lulusan kehutanan bisa memiliki kriteria di atas. Contoh, ada tokoh lulusan kehutanan tapi kerja di bank, ya tidak bisa orang tersebut dikatakan rimbawan," urainya.

Jadi kata Dia, calon menteri dari Rimbawan adalah orang yang berkecimpung atau bergerak di kehutanan. "intinya yang punya kemampuan, kompetensi, rekam jejak seorang rimbawan itu sendiri," tandasnya.

Untuk itu kata Dia, Presiden Joko Widodo benar-benar memilih Rimbawan yang profesional. "Dalam hal ini tentunya bukan profesional secara umum. Tapi profesional Rimbawan. Karena kita ingin, Menteri KLHK adalah Rimbawan yang bisa mengawal visi dan misi kehutanan kedepan," tukasnya.***


       
        Loading...    
           
wwwwww