Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Bendera Bintang Kejora Berkibar di Istana, Ketua MPR Minta Aparat Tegas

Bendera Bintang Kejora Berkibar di Istana, Ketua MPR Minta Aparat Tegas
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan didampingi Gus Ahmad Muwafiq jelang Hut MPR RI. (Muslikhin)
Kamis, 29 Agustus 2019 20:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan minta aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri, untuk tegas dalam menghadapi konflik Papua.

Meskipun tegas kata Zulhasan, TNI-Polri juga diminta tetap menggunakan cara-cara persuasif untuk menghindari konflik.

Konflik Papua ini kata Zulhasan, sudah ditingkat yang sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, Ia juga mengimbau agar aparat kemanan bertindak tegas dengan siapapun yang berusaha untuk mengadu domba dan berbuat onar.

"Bayangkan, sejak 15 tahun terakhir, baru kali ini terjadi pengibaran bendera kejora di Istana, tapi tidak ada tindakan tegas dan keseriusan aparat dalam hal ini TNI-Polri. Saya sekali lagi mohon, tolong hati-hati, berangus cepat aksi-aksi provokatif seperti itu," ujar Zulkifli Hasan disela-sela Tasyakuran HUT MPR ke 74 di Gedung Nusantara IV, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019) malam.

Selain itu, Zulkifli Hasan juga meminta Pemerintah dalam hal Ini Presiden Joko Widodo, untuk menunda pembahasan soal pemindahan Ibu Kota negara. Pasalnya menurut Zulkifli Hasan, ada masalah yang lebih mendesak untuk segera dibahas dan harus segera dicarikan solusinya, yakni konflik Papau.

"Untuk sementara waktu yang sifatnya tidak genting ditunda dulu lah, karena ada yang lebih genting di Papua,"

Politisi asal Lampung ini juga mendesak, agar pemerintah segera mencari solusi dengan mengambil langkah-langkah cepat dalam penyelesaian konflik di Papua.

"Papua ini kan multidemnsi ya, persoalan ini sudah melebar kemana-mana, sudah ada campur tangan PBB, Afrika, Australi dll.

Sementara di dalam negeri, kericuhan terjadi sangat masif dan sudah masuk ke Kota-kota, Kabupaten, bahkan di beberapa Provinsi, sekali lagi hati-hati, ingat hati hati," tandasnya.

Untuk diketahui, Bendera Bintang Kejora, sebagai simbol gerakan Papua Merdeka berkibar di Markas Besar TNI dan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat dalam aksi demo kemarin.***

wwwwww