Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
Politik
21 jam yang lalu
Memaknai Kesaktian Pancasila di Tengah Pandemi Corona
2
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
21 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
3
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
Politik
20 jam yang lalu
Hari Lahir Pancasila, Pimpinan DPD Ajak Semua Elemen Gelorakan Budaya Gotong Royong
4
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
DPD RI
20 jam yang lalu
LaNyalla Siap Carikan Solusi bagi Nelayan Muncar yang Tak Punya Tempat Tinggal Layak Huni
5
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
Pemerintahan
20 jam yang lalu
IMI Dukung Penerapan New Normal demi Menyelamatkan Ekonomi Nasional
6
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
MPR RI
21 jam yang lalu
Jadikan Nilai-nilai Pancasila bagian Solusi dalam Menghadapi Masalah Bangsa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan

Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan
Dekorasi salah satu kelas di SMPN 34 Pekanbaru
Kamis, 29 Agustus 2019 20:34 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Pungutan biaya dekorasi ruang kelas yang dibebankan kepada wali murid di SMP N 34 Pekanbaru, membuat orangtua siswa mengeluh. Pasalnya untuk mendekor satu lokal, wali murid harus menyumbang mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000, tergantung dengan kebijakan di kelas masing-masing dan sudah berlebih-lebihan.

Salah satu wali murid kelas VII SMPN 34 Pekanbaru Aguswono, menganggap diwajibkanya membayar biaya dekorasi tidak ada hubungannya sama sekali dengan proses belajar mengajar, terlebih pemilihan dekorasi ruang kelas menggunakan kain gorden.

"Seluruh kelas VII dibuatnya seperti kamar pengantin, semuanya dikasih gorden, meja kursinya dikasih gorden, sampai langit-langitnya pun dikasih gorden," kata salah salah satu wali murid kelas VII, Aguswono di Pekanbaru, (29/8/2019)

Ia menilai seharusnya sekolah mengajarkan siswa bagaimana mengelola dan memanfaatkan barang-barang bekas bukan dengan dengan membeli. "Saya sebagai orangtua murid mendukung apapun program untuk memajukan pendidikan, seperti keterampilan. Tapi kalau penggunaan gorden dirasa tidak masuk akal," ujarnya.

Aguswono memperkirakan jumlah uang dekorasi akan menghabiskan hingga Rp17 juta rupiah. Pasalnya selalu ada iuran iuran tambahan. "Sekarang ini iuranya baru Rp100.000 nanti akan ada tambahan biaya lainnya," tutupnya. ***


wwwwww