Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
Politik
19 jam yang lalu
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
2
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
Peristiwa
16 jam yang lalu
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
3
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
19 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
4
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
Hukum
16 jam yang lalu
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
5
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
Olahraga
19 jam yang lalu
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
6
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional
Olahraga
18 jam yang lalu
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan

Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan
Dekorasi salah satu kelas di SMPN 34 Pekanbaru
Kamis, 29 Agustus 2019 20:34 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Pungutan biaya dekorasi ruang kelas yang dibebankan kepada wali murid di SMP N 34 Pekanbaru, membuat orangtua siswa mengeluh. Pasalnya untuk mendekor satu lokal, wali murid harus menyumbang mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000, tergantung dengan kebijakan di kelas masing-masing dan sudah berlebih-lebihan.

Salah satu wali murid kelas VII SMPN 34 Pekanbaru Aguswono, menganggap diwajibkanya membayar biaya dekorasi tidak ada hubungannya sama sekali dengan proses belajar mengajar, terlebih pemilihan dekorasi ruang kelas menggunakan kain gorden.

"Seluruh kelas VII dibuatnya seperti kamar pengantin, semuanya dikasih gorden, meja kursinya dikasih gorden, sampai langit-langitnya pun dikasih gorden," kata salah salah satu wali murid kelas VII, Aguswono di Pekanbaru, (29/8/2019)

Ia menilai seharusnya sekolah mengajarkan siswa bagaimana mengelola dan memanfaatkan barang-barang bekas bukan dengan dengan membeli. "Saya sebagai orangtua murid mendukung apapun program untuk memajukan pendidikan, seperti keterampilan. Tapi kalau penggunaan gorden dirasa tidak masuk akal," ujarnya.

Aguswono memperkirakan jumlah uang dekorasi akan menghabiskan hingga Rp17 juta rupiah. Pasalnya selalu ada iuran iuran tambahan. "Sekarang ini iuranya baru Rp100.000 nanti akan ada tambahan biaya lainnya," tutupnya. ***

wwwwww