Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
20 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
17 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan

Keluhkan Biaya Dekorasi Kelas, Wali Murid SMPN 34 Pekanbaru Menilai Terlalu Berlebihan
Dekorasi salah satu kelas di SMPN 34 Pekanbaru
Kamis, 29 Agustus 2019 20:34 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Pungutan biaya dekorasi ruang kelas yang dibebankan kepada wali murid di SMP N 34 Pekanbaru, membuat orangtua siswa mengeluh. Pasalnya untuk mendekor satu lokal, wali murid harus menyumbang mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000, tergantung dengan kebijakan di kelas masing-masing dan sudah berlebih-lebihan.

Salah satu wali murid kelas VII SMPN 34 Pekanbaru Aguswono, menganggap diwajibkanya membayar biaya dekorasi tidak ada hubungannya sama sekali dengan proses belajar mengajar, terlebih pemilihan dekorasi ruang kelas menggunakan kain gorden.

"Seluruh kelas VII dibuatnya seperti kamar pengantin, semuanya dikasih gorden, meja kursinya dikasih gorden, sampai langit-langitnya pun dikasih gorden," kata salah salah satu wali murid kelas VII, Aguswono di Pekanbaru, (29/8/2019)

Ia menilai seharusnya sekolah mengajarkan siswa bagaimana mengelola dan memanfaatkan barang-barang bekas bukan dengan dengan membeli. "Saya sebagai orangtua murid mendukung apapun program untuk memajukan pendidikan, seperti keterampilan. Tapi kalau penggunaan gorden dirasa tidak masuk akal," ujarnya.

Aguswono memperkirakan jumlah uang dekorasi akan menghabiskan hingga Rp17 juta rupiah. Pasalnya selalu ada iuran iuran tambahan. "Sekarang ini iuranya baru Rp100.000 nanti akan ada tambahan biaya lainnya," tutupnya. ***

Kategori:Umum, Riau, Badminton
wwwwww