Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Kemerdekaan Diraih dengan Darah dan Air Mata, MPR: Mari Bersatu, Apapun Suku, Agamanya Kita Saudara

Kemerdekaan Diraih dengan Darah dan Air Mata, MPR: Mari Bersatu, Apapun Suku, Agamanya Kita Saudara
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan didampingi Gus Ahmad Muwafiq jelang Hut MPR RI. (Muslikhin)
Kamis, 29 Agustus 2019 21:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap bersatu dan menjaga kerukunan, antar suku serta menghormati keberegaman agama yang ada di Indonesia.

"Kemerdekaan ini kan diraih dengan darah, airmata para pejuang, ulama, santri dan masyarakat Indoneisa. Sudah seharusnya kita semua bersyukur dan solid menjaga keutuhan bangsa," ujar Zulkifli Hasan, disela-sela Tasyakuran HUT MPR ke 74 di Gedung Nusantara IV, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019) malam.

Selama 74 tahun merdeka kata Zulhasan, sudah banyak capaian seperti demokrasi, otonomi yang luas dan lainnya. "Tapi perlu ada yang harus kita renungkan dan kita pikirkan seperti yang terjadi pada beberapa hari ini," tandasnya.

"Saya keliling daerah, temen-temen di Sumatera bilang kok kami disakiti, kemarin pas ikut acara muktamar bareng Cak Imin di Bali juga mereka merasa kami kok disakiti, kemudian ke labuhan bajo juga begitu, jadi ini seperttinya kok merasa tersakiti. Berarti ada yang harus kita luruskan. Dan di usia ke 74 tahun ini saya kira mesti lebih meningkatkan lagi persaudaraan dan bergandengan tangan," ujarnya.

Saat ditanya soal tamu undangan dalam HUT MPR RI yang dihadiri tokoh lintas agama, menurut Zulkifli Hasan adalah bentuk dari Kebhinekaan. "Soal suku, soal agama, kita ini sebanarnya sudah kelar lah, kita sudah capek diadu domba, apapun sukunya latar belakangnya, kita sama. Kita adalah satu kesatuan dalam lingkaran Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.

Momen HUT MPR kali ini kata Zulhasan, Ia berharap ke depan MPR tetap menjadi penggerak wawasan kebangsaan. "MPR saya kira harus tetap memperkuat wawasan kebangsaan, tapi ingat, MPR saja tidak cukup, karena kita kan hanya sebagai gerakan yang harus diikuti semua lapisan dari tingkat pusat, DPR, Daerah, kecamatan hingga tingkat kelurahan," tandasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengatakan, MPR harus tetap menjadi pilar utama penyangga persatuan dan kesatuan bangsa serta ideologi bangsa.

"Kedepan, MPR harus tetap menjadi pilar penyangga utama bangsa. Dan hari ini, kita lagi perihatin dengan kondisi saudara-saudara kita di Papua, kita berharap semua saling rangkul dan saling menebar cinta," ujar Cak Imin.***

wwwwww