Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Pembatasan Internet di Papua bisa Lebih Berbahaya dari Hoax

Pembatasan Internet di Papua bisa Lebih Berbahaya dari Hoax
Ilustrasi kerusuhan Papua (Foto: twitter/#savepapua)
Sabtu, 31 Agustus 2019 15:50 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Anggota Dewan Pers, Ahmad Djauhar, meminta pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat dicabut. Pembatasan akses internet, diharapkan berdampak pada disinformasi publik soal Papua.

"Karena itu justru menimbulkan kebingungan orang di mana pun untuk mencari hal yang benar," kata Djauhar usai melakukan pertemuan dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kominfo di kompleks Istana Presiden, Jumat (30/08/2019) kemarin.

Seperti diketahui, lebih dari sepekan, pemerintah memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat dengan dalih khawatir penyebaran berita bohong dapat memicu kerusuhan.

Saat ini masyarakat di Papua memperoleh informasi dari mulut ke mulut. Menurut Djauhar, "Ini lebih bahaya dari hoaks,".***

wwwwww