Loading...    
           

'Gerindra' Usulkan Jokowi Berkantor di Papua, 'Demokrat' Membela

Gerindra Usulkan Jokowi Berkantor di Papua, Demokrat Membela
Tangkapan layar twitter.
Sabtu, 31 Agustus 2019 16:37 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Akun twitter @andre_rosiade mencuit soal Papua. Presiden RI dan jajaran, disarankan untuk berkantor di Bumi Cendrawasih itu.

"Sy usulkan pak @jokowi dan jajaran kabinetnya segera berkantor di Papua. Sbg pemenang lebih 90% Pilpres 2019 di Papua tentu bisa menyejukkan susana di Papua. Apalagi kalo bapak blusukan naik motor bersama ibu Iriana. Selain itu sekalian latihan kan katanya mau pindah Ibu Kota," cuit akun yang dikenal sebagai akun politisi Gerindra, Andre Rosiade itu.

Menanggapi cuitan itu, @AndiArief_ mencuit, "Ini susunan kalimat yang kurang tepat, kader Demokrat jangan meniru ini. Tidak semua situasi politik dianggap dagelan. Saya mengutuk anggota DPR yg seperti ludruk ini. Beratnya perjuangan politik rakyat Papua tidak diimbangi pengetahuan anggota DPR ini,".

Selama ini, @AndiArief_ dikenal sebagai akun eks politisi Partai Demokrat, Andi Arief. Cuitan kedua akun itu, diunggah pada 30 Agustus 2019.

Pantauan GoNews.co di lini twitter @andre_rosiade, muncul cuit bernada balasan, "Buzzer @PDemokrat mulai membela pak @jokowi. Ada yg berharap sang Bangsawan jadi Menteri tuh pak. He...he...he,".

"Saya juga mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, jangan ikuti kelakuan pemakai Narkoba. Narkoba perusak bangsa," kata @andre_rosiade.

Seperti diketahui, tensi di Papua tengah memanas, sebagai buntut dari penyerangan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Unjuk rasa terjadi dimana-mana, di Jakarta, dan Papua, termasuk Papua Barat. Kerusahan yang timbul, telah merenggut nyawa anak bangsa, termasuk anggota pengamanan.

Akses internet dibatasi oleh pemerintah untuk mencegah provokasi lewat media sosial atas panasnya Papua yang berbuntut pada suara referendum. Tapi Dewan Pers menilai, pembatasan internet bisa berdampak pada disinformasi sehingga bisa lebih berbahaya dari hoax.***


       
        Loading...    
           
wwwwww