Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Antarkan Suami ke Pemakaman, Istri di Siak Ditangkap Polisi

Antarkan Suami ke Pemakaman, Istri di Siak Ditangkap Polisi
Senin, 02 September 2019 14:08 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK SRI INDRAPURA - Sinde Silitonga (45) warga Siak, Mengkapan, Sungai Apit, Riau yang menjadi dalang tewasnya Marison Simaremare (47) ditangkap di Lipat kain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, usai pemakaman suaminya.

Kapolres Siak, AKBP Ahmad David SIK melalui Kasat Reskrim AKP Faizal Ramdani mengatakan istri korban, Sinde mengaku memang sengaja membayar dua orang pria untuk menganiaya suaminya.

"Sakit hati karena sering dimarahi suaminya, pelaku sengaja suruh orang untuk melukai suaminya. Tujuannya hanya untuk memberikan pelajaran saja awalnya, makanya hanya dibayar Rp 50 ribu perorang," kata AKP Faizal Ramdani, Senin (2/9/2019).

Terungkapnya dalang dari tewasnya Marison Simaremare, penjaga sarang burung walet ini setelah dua orang pria pelaku penganiayaan tertangkap yakni, RM (27) dan LHH (21).

"Kata mereka, Sinde menyuruh mereka memberi pelajaran kepada suaminya (bukan membunuh)," kata Faizal.

Untuk melakukan aksi tersebut, kata Faizal, kedua eksekutor sudah menyediakan alat untuk menghajar Marison.

"Kedua pelaku sudah menyediakan broti (kayu) untuk melakukan aksinya. Mereka menyerang korban saat malam hari. Korban sempat keluar dari rumahnya untuk menyelamatkan diri," kata Faizal.

Hanya saja, karena kondisi tubuhnya penuh luka bekas hantaman broti, kata Faizal, akhirnya korban meninggal dunia.

"Kejadiannya jam 1 malam akhir pekan kemarin. Korban melarikan diri dari rumahnya, namun pagi harinya sekitar jam 07.00 WIB korban tewas," kata Faizal.***

wwwwww