DPD-RI Terbuka Untuk Pengenalan Dini Tentang Parlemen

DPD-RI Terbuka Untuk Pengenalan Dini Tentang Parlemen
Senin, 02 September 2019 17:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Bagian Humas dan Fasilitasi Pengaduan, Sekretariat Jenderal DPD-RI menerima delegasi dari TK AL Azhar 5 Kemandoran Jakarta, sebanyak 119 orang yang terdiri dari murid-murid, guru, wali murid dan kepala Sekolah. Delegasi diterima di ruang rapat komite III Gedung B DPD-RI, Senin (2/9/2019).

Hadir dalam penerimaan delegasi tersebut Kepala Bagian Humas dan Fasilitasi Pengaduan, Zulfikar, S.Sos., M.Si. Menurutnya, hal ini sangat bagus untuk pengenalan sejak dini tentang keparlemenan kepada murid-murid TK.

“Kami mengapresiasi TK Al Azhar yang berkunjung ke DPD-RI untuk mengenal lebih dekat dengan salah satu lembaga parlemen di Indonesia, walaupun materi yang kami sampaikan sangat ringan sekali diselingi dengan permainan interaktif dan reward bagi murid-murid yang berani dan interaktif,” jelasnya.

Dirinya berpesan agar anak-anak tetap semangat belajar agar bisa menjadi sukses. “Usia anak-anak ini memang masih di dominasi dengan kegiatan bermain, namun saya berharap agar haltersebut bisa diimbangi dengan waktu belajar agar mandiri dan sukses,” kata Zulfikar.

Zulfikar memiliki alasan yang kuat dalam menerima delegasi dari Taman Kanak-kanak. Hal ini bukan pertama kali bagi DPD-RI untuk menerima delegasi dari anak-anak, namun hal ini menjadi penting, sambung zulfikar, karena Pengenalan sejak dini ini sangat baik agar anak=anak merasa dekat dengan lembaga negara, mencintai negara kesatuan Republik Indonesia dan menghargai perbedaan yang ada di Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Ketua rombongan delegasi yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah TK AL Azhar 5 Kemandoran, Hj. Musani, S.Pd, mengapresiasi sambutan dan penerimaan yang baik dari DPD-RI.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Bagian Humas dan Fasilitasi Pengaduan, karena anak-anak senang dan paparan yang diberikan pun sangat ringan disesuaikan dengan usia anak-anak taman kanak-kanak yang memang masih sulit untuk konsentrasi dan senang saat pemaparan disampaikan secara interaktif dan ada reward bagi yang berani maju dan berinteraksi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memang sangat mudah dijawab bagi anak-anak,” terang Musani. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww