Loading...    
           
Turnamen Golf Bank BRI Indonesia Open 2019

Gelar Boleh Milik Carballo, Naraajie Tetap Jadi Idola

Gelar Boleh Milik Carballo, Naraajie Tetap Jadi Idola
Senin, 02 September 2019 16:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kemenangan Miguel Carballo, memaksa para penggemar golf di Indonesia untuk harus bersabar menanti datangnya pemenang baru dari turnamen tertua di Indonesia itu. Upaya Naraajie Emerald Ramadhan Putra untuk mencatat namanya menjadi pegolf Indonesia kedua yang memenangkan trofi kebanggaan pada ajang Bank BRI Indonesia Open itu harus kandas lantaran pada hari terakhir ia justru bermain dengan skor 78 atau 6 di atas par.

Putaran final Bank BRI Indonesia Open berlangsung memang berlangsung  sangat seru. Berbekal harapan akan lahir juara baru pada turnamen bersejarah itu,  mendorong para penggemar golf di Indonesia hadir dan mendukung langsung perjuangan Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Keunggulan enam pukulan yang dimiliki pemuda berusia 19 tahun ini membuat banyak pihak yakin bahwa Naraajie bakal mencatatkan sejarah baru.

Pemuda berusia 19 tahun asal Bandung ini sempat bermain par di hole pertamanya, namun justru mendapat bogey di hole 2. Ia sempat bangkit dan menorehkan birdie di hole 4, namun bogey di hole 9 mulai menggoyang posisinya.

Ia akhirnya kehilangan posisinya setelah mencatatkan empat bogey secara berturut-turut dari hole 13. Ia mencatatkan birdie keduanya pada putaran final ini di hole 17. Alhasil, peglof pelatnas SEA Games  ini terpaksa menutup perjuangannya dengan double bogey di hole 18.

“Saya kehilangan konsentrasi di hole 13. Di hole 12 dan  13  saya mulai merasa lelah,  sehingga performa agak menurun. Akhirnya, saya drop dan kehilangan fokus di hole 13 itu. Saya berusaha keras untuk bermain lebih sabar dan kembali fokus ke hole demi hole, tapi ternyata sulit saya lakukan,” tutur Naraajie.

Meskipun belum dapat mengikuti jejak Kasiadi dalam menjuarai ajang bergengsi ini, Naraajie masih meyakini bahwa pengalamannya kali ini merupakan proses belajar yang sangat penting.

“Secara keseluruhan hasil ini memang sudah bagus karena saya bisa finis di lima besar. Yang jelas pengalaman ini menjadi pelajaran bagi saya untuk menghadapi turnamen-turnamen amatir yang besar, seperti Asia-Pacific Amateur Championship atau SEA Games,” jelasnya lagi.

Gelar juara boleh menjadi milik Carballo, namun Naraajie sendiri pada dasarnya telah menciptakan sejarah yang patut dibanggakan oleh segenap publik golf di Indonesia. Sejak 1974, Naraajie menjadi pegolf amatir Indonesia pertama yang bisa bertahan di puncak klasemen pada hari pertama dan kedua, bahkan menjadi pimpinan klasemen pada akhir hari ketiga. Finis sendirian di peringkat keempat juga membuatnya mencatatkan prestasi terbaik yang pernah ditorehkan oleh seorang pemain amatir sepanjang sejarah turnamen ini.

Selain itu, kehadiran Naraajie di puncak klasemen sepanjang empat putaran gelaran Bank BRI Indonesia Open juga menjadikan Naraajie sebagai sebuah idola yang membangkitkan semangat para penggemar golf Indonesia untuk ikut mendukung bintang tuan rumah.

Meskipun sorotan menjadi milik Naraajie, sejumlah wakil Indonesia lainnya pun akhirnya mengakhiri perjuangannya dengan cukup baik. Rory Hie, yang sempat berharap bisa lebih meramaikan persaingan akhirnya finis dengan skor total 281 atau 7 di bawah par. Ia berada di peringkat T22.

Adapun Danny Masrin, yang kembali bermain 71, finis di peringkat T29 dengan torehan skor 282 atau 6 di bawah par. Joshua Andrew Wirawan finis dengan catatan even par 288 dan berada di peringkat 68. Sedangkan Kevin Caesario Akbar finis di peringkat T71 dengan skor total 290. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww