Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Tarif Baru Ojol, Tertinggi di Calon Ibu Kota Baru

Tarif Baru Ojol, Tertinggi di Calon Ibu Kota Baru
Gojek
Senin, 02 September 2019 10:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Tarif baru batas bawah dan batas atas ojek online (ojol) yang diatur berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 mulai diberlakukan hari ini, Senin (02/09/2019).

Kalimantan, daerah yang menjadi calon Ibu Kota baru, mendapatkan standar tertinggi dari tiga zonasi yang diberlakukan. Berdasaran Kep. Menhub 348/2019 itu, tarif ojol yang berlaku di Kalimantan ditetapkan sebesar Rp 2.100-Rp2.600 per kilometer, dengan biaya minimal Rp 7.000-Rp10.000. Tarif ini berlaku juga untuk Sulawesi, NTT, Maluku yang masuk zona III.

Sementara untuk wilayah Ibu Kota Jakarta yang masuk Zona II bersama Depok, Tangerang, Bogor dan Bekasi, diberlakukan tarif sebesar Rp 2.000-Rp2.500 per km, lebih murah Rp100 dari tarif di calon Ibu Kota baru. Tapi, batas bawah pembayaran minimumnya, lebih mahal Rp1000 meskipun batas atasnya sama, yakni Rp 8.000-Rp10.000.

Terendah, adalah tarif Zona I yang meliputi Sumatra, Jawa dan Bali. Di tiga pulau itu, kecuali Jabodetabek, kemenhub menetapkan tarif sebesar Rp 1.850-Rp2.300 per km dengan biaya minimal Rp 7.000-Rp10.000.

Itu artinya, dari seluruh wilayah operasi Gojek dan Grab di Indonesia, pembayaran minimum untuk menggunakan jasa Ojol tak lebih dari Rp10.000. Pembayaran minimum ini, adalah tarif yang diberlakukan untuk order jarak dekat.

Lebih dari itu, konsumen akan dikenakan tarif berdasarkan jumlah (dalam kilometer) jarak selanjutnya.***

wwwwww