Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
22 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton

Sama-sama Peserta Kelas I BPJS Kesehatan, Warga Heran 'Kok Nilai Bayarnya Beda?'

Sama-sama Peserta Kelas I BPJS Kesehatan, Warga Heran Kok Nilai Bayarnya Beda?
Gambar: Ist.
Selasa, 03 September 2019 15:44 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Abdul, warga Pejuang, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, mengaku heran karena nilai pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk Ayah dan Ibu Mertuanya (TGM dan SS) berbeda. Padahal, keduanya merupakan peserta BPJS kelas I.

Pada struk pembayaran cetakan minimarket setempat tertanggal 02 September 2019, total pembayaran tertera sejumlah Rp138.000 untuk periode 1 bulan. Rinciannya, premi atas nama TGM dibayar senilai Rp109.000 sementara atas nama SS dibayar senilai Rp29.000.

"Kok Nilai Bayarnya Beda? Seinget saya dua-duanya kelas I waktu saya daftarin," kata Abdul kepada wartawan, Selasa (03/09/2019).

"Saya cuma takut, pembayaran ke depannya jadi kenapa-kenapa, misalnya tahu-tahu ada denda atau apa lah," ujarnya.

Ini adalah kali pertama akun TGM dan SS dibayar secara pribadi, sebelumnya akun tersebut dibayar oleh perusahaan tempat istri Abdul bekerja. "Nah, perusahaan tempat kerja yang baru, sekarang, nggak bayarin BPJS Kesehatan orang tua. Makanya kita bayar sendiri,".

Karena ketentuan di kantor baru itulah, akhirnya Abdul memecah pembayaran itu di kantor BPJS Kota Bekasi. "Saat mecah itu, saya udah nanya kok ini beda yang satu sekian dan yang satu sekian, trus dijawab angka itu akan nantinya akan menyeseuaikan sendiri,".

Sementara itu, Public Relation BPJS Kesehatan, Diah Ismawardani belum merespon panggilan telepon dari GoNews.co.***

wwwwww