Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
21 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
20 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
3
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
4
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
5
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
18 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Cerita Korban: Mereka Terkatung-katung di Tengah Laut, Ada Kapal Lewat tapi tak Ada yang Menolong

Cerita Korban: Mereka Terkatung-katung di Tengah Laut, Ada Kapal Lewat tapi tak Ada yang Menolong
Proses evakuasi yang dilakukan oleh awak kapal tangker Seroja XV terhadap awak kapal KM Hasima Jaya di Selat Karimata, Provinsi Bangka Belitung pada Senin (2/9/2019).
Kamis, 05 September 2019 17:53 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Tangisan nahkoda KM Hasima Jaya pecah saat akan meninggalkan kapal tangker Seroja XV, yang menolong 6 awak kapal yang tenggelam di Selat Karimata daerah Bangka Belitung. Banyak kisah yang mereka alami sebelum tangker Seroja XV memberikan pertolongan.

Kapal Hasima Jaya yang pengangkut buah tenggelam di Selat Karimata pada Minggu (1/9/2019), dimana mesin penyedot air pada kapal tidak berfungsi sehingga air laut terus masuk kedalam lambung kapal.

Syamsudin, nahkoda KM Hasima Jaya yang merupakan warga Tanjung Pandan Belitung, Provinsi Bangka Belitung mengatakan kapal mulai karam sekitar pukul 10.00 WIB pada Minggu (1/9/2019).

Disebutkannya, dari awal kapal mulai tenggelam, dirinya bersama lima awak kapal lainnya mencoba minta pertolongan kepada kapal yang melintas, namun hanya kapal Seroja XV yang memberi pertolongan pada Senin (2/9/2019) dan mau menyelematkan mereka.

"Yang lain tidak mau menyelamatkan kami, padahal mereka sangat dekat dengan kami,'' kata Syamsudin kepada GoRiau.com, Kamis (5/9/2019).

Syamsudin mengaku seluruh awak kapal Seroja XV sangat berjasa kepada mereka, bahkan merawat mereka hingga sampai di Kota Dumai.

Dijelaskannya, dirinya sangat bersyukur bisa terselamatkan, meski dibawa ke Dumai, Riau.

Handoko kapten Seroja XV menyebutkan, penyelamatan terhadap 6 awak kapal ditengah laut merupakan kewajiban bagi seluruh pelaut yang mengetahui.

Disebutkannya, penyelamatan tersebut dilakukannya setelah pihak mereka melihat keenam awak kapal tengah melambai-lambai dari bangkai kapal yang hampir hilang dari permukaan air laut pada Senin (2/9/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Saat itu kita dari Sampit Kalimantan Tengah menuju Dumai, dan melihat enam awak kapal tengah terombang-ambing di Selat Karimata," kata Handoko kepada GoRiau.com, Kamis (5/9/2019).

Setelah mendekati wilayah perairan Dumai, Handoko langsung menghubungi pihak terkait untuk melaporkan peristiwa tersebut dan dapat diberi pertolongan lanjutan.

"Saat kita temui, keenam awak kapal dalam kondisi lemas, namun ketika melihat kapal kita, mereka terlihat bersemangat lagi,'' katanya.

Seluruh korban dijemput ke kapal Seroja XV oleh Tim SAR Gabungan Dumai yang terdiri dari Basarnas Pekanbaru, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), KSOP Kelas I Dumai, dan Satpol Air Polres Dumai.

"Seluruh korban dalam kondisi sehat, dan akan kita serahkan ke Dinas Sosial untuk dapat diberi pelayanan lanjutan,'' kata Herry Joss Purwanto Purba, Kasi Penjagaan, Patroli dan penyidikan (P3) KSOP Kelas I Dumai, kepada GoRiau.com. ***


wwwwww