Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
14 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Kesehatan
32 menit yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
3
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
Opini
27 menit yang lalu
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
17 menit yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
9 menit yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hari Ketiga, Dua Mantan Wakil Ketua DPRD dan Mantan Kadis Bina Marga Kampar Diperiksa KPK

Hari Ketiga, Dua Mantan Wakil Ketua DPRD dan Mantan Kadis Bina Marga Kampar Diperiksa KPK
Pintu masuk dijaga ketat polisi.
Jum'at, 06 September 2019 17:43 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Hari ketiga di Kabupaten Kampar, Riau, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua orang mantan Wakil Ketua DPRD Kampar, Jum'at (6/9/2019). Mereka berdua adalah Yurjani Moga mantan Wakil DPRD periode 2009-2014 dan Sunardi DS Wakil DPRD Kampar periode 2014-2019.

Selain Moga dan Sunardi, KPK juga memeriksa mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Kampar, Chairunsyah.

Yurjani Moga dan Sunardi saat keluar hendak melakukan solat Ashar di musolla yang tak jauh dari Aula Gedung Serbaguna Mapolres Kampar, tempat pemeriksaannya. Mereka menolak diwawancarai oleh sejumlah wartawan. "Nantilah, selesaikan ini dulu ya," kata Yurjani Moga.

Pemeriksaan ini dilakukan KPK sebagai saksi untuk tersangka Adnan dalam kasus dugaan korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang ini, KPK telah menetapkan Adnan sebagai tersangka bersama seorang pihak swasta.

Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp39,2 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak di tahun anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp117,68 miliar. ***


wwwwww