Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
13 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
7 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Anggota BPK Penuhi Panggilan KPK terkait Kasus SPAM

Anggota BPK Penuhi Panggilan KPK terkait Kasus SPAM
Rabu, 09 Oktober 2019 16:23 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil, memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rizal tiba di Gedung KPK pada Rabu (9/10/2019), jelang siang.

"Saya sebagai warna negara memenuhi panggilan penyidik dan akan memberikan keterangan apapun yang dibutuhkan oleh penyidik. Saya membawa semua dokumen yang diminta oleh penyidik. Saya akan sangat kooperatif," tutur Rizal di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sebelum memasuki lobby gedung KPK.

"Saya juga akan menjelaskan ke teman-teman media nanti masalah yang terkait apakah benar ada orang yang mengatur proyek di kementerian. Siapa yang berwenang mengatur proyek di kementerian," terang Rizal.

Sebelumnya, KPK menetapkan Rizal sebagai tersangka bersamaan dengan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo pada bulan lalu. Rizal diduga menerima uang sebesar SGD100 ribu. Juga ada dugaan permintaan uang terkait pemeriksaan yang dilakukan BPK, yakni sebesar Rp2,3 miliar.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww