Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet: Ciptakan Iklim Investasi Sehat agar Investor Asing Berbondong Datang ke Indonesia!

Bamsoet: Ciptakan Iklim Investasi Sehat agar Investor Asing Berbondong Datang ke Indonesia!
Selasa, 19 November 2019 19:21 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet, menilai hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika Utara, seperti Maroko, punya peluang besar untuk ditingkatkan, khususnya dalam menarik investor.

Setelah Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi dan meneduhkan suasana politik, menurut Bamsoet, kini tugas berat Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju untuk fokus mendukungnya dengan menciptakan iklim investasi yang sehat.

Saat bertemu Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Mr. H. E. Ouadia Benabdellah di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (19/11/19), Bamsoet mengungkapkan, "dukungan legislatif terhadap Presiden Joko Widodo juga kuat, khususnya dalam pembahasan Omnibus Law agar bisa menarik investor datang ke Indonesia pada 2020,".

"Dengan stabilnya kondisi politik dan kuatnya dukungan legislatif, relatif kinerja Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju menjadi lebih mudah dalam melakukan akselerasi. Karena itu, jangan sia-siakan momentum ini. Mari ciptakan iklim investasi yang sehat, khususnya dalam perizinan dan perpajakan yang kompetitif, sehingga investor berbondong-bondong datang ke Indonesia," ujar Bamsoet.

Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024 ini tidak ingin peluang besar masuknya investor ke Indonesia terhambat hanya karena proses perizinan yang rumit dan berbelit. Padahal, sebagaimana disampaikan Duta Besar Maroko untuk Indonesia Mr. H. E. Ouadia Benabdellah, berbagai negara sudah ingin investasi ke Indonesia, namun kebanyakan masih menunggu action berupa regulasi yang memudahkan.

"Presiden Joko Widodo dengan tegas sudah memerintahkan jajaran Tim Ekonomi maupun pemerintah daerah untuk mempermudah investor. Jangan sampai terkesan Presiden Joko Widodo bekerja sendirian. Dukungan Tim Ekonomi yang fokus mengurus perekonomian, ditunjang dengan legislatif yang mengurus politiknya, akan semakin memperkuat Presiden Joko Widodo dalam membangun perekonomian nasional. Investor datang, lapangan pekerjaan semakin terbuka, kesejahteraan rakyat pada akhirnya akan meningkat," papar Bamsoet.

Khusus mengenai hubungan dagang Indonesia dengan Maroko, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap defisit neraca perdagangan yang terjadi pada Indonesia di tahun 2018 sebesar USD 5.621 juta bisa diseimbangkan di periode mendatang. Dengan nilai total perdagangan kedua negara di tahun 2018 mencapai USD 175.985 juta, potensi perdagangan kedua negara masih terbuka lebar.

"Selain ingin berinvestasi di Indonesia, Maroko juga membuka peluang perusahaan-perusahaan Indonesia berinvestasi disana. Maroko menjamin pajak dan perizinan yang mudah. Peluang ini harus segera ditangkap oleh Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju, sehingga bisa menjembatani perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya BUMN, untuk ekspansi ke Maroko," pungkas Bamsoet. ***

wwwwww