Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
8 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Lingkungan

500-an Rumah Terbakar, Ketua DPD RI Minta Senator dari Kalsel Tanggap

500-an Rumah Terbakar, Ketua DPD RI Minta Senator dari Kalsel Tanggap
Dok. DPD RI
Minggu, 24 November 2019 13:31 WIB
SURABAYA - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, turut prihatin atas musibah kebakaran yang melanda tiga RT (Rukun Tetangga) di Desa Sungaibali, Kecamatan Sebuku, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Minggu dini hari (24/11/2019) tadi.

Kebakaran yang baru dapat dilokalisir pukul 03.00 WITA itu, melalap sedikitnya 500-an rumah dan mengakibatkan sekitar 1.800 jiwa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

“Saya mendukung upaya para senator dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan untuk segera mengambil langkah taktis dan cepat untuk memberi bantuan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” kata La Nyalla.

Untuk diketahui, kobaran api mulai melalap rumah warga pada Sabtu (23/11/2019) sekitar pukul 21.30 Wita. Api cepat membesar karena bangunan rumah warga mayoritas berbahan material kayu. Sehingga si jago merah dengan mudah merembet lebih cepat.

Kondisi diperparah dengan peralatan pemadaman yang minin, hanya ada satu unit milik salah satu perusahaan setempat. Selain itu sumber air juga sulit didapatkan di lokasi terdekat.

Alat berat jenis exavator milik salah satu perusahaan tambang batubara setempat akhirnya diturunkan untuk membongkar beberapa bangunan pasar agar laju api tidak merajalela.***

wwwwww