Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
13 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

MUI Pusat Disebut Tak Ingin ada Reuni 212 Lagi

MUI Pusat Disebut Tak Ingin ada Reuni 212 Lagi
Slamet Maarif (kedua kanan). Foto: Dok. PA 212
Senin, 02 Desember 2019 12:42 WIB
JAKARTA - Massa 212 menggelar reuni akbar di Monumen Nasional (Monas) pada Senin (2/11/2019). Sejak pukul 03.00 WIB dini hari, massa terus berdatangan ke acara yang rencananya akan ditutup pada pukul 18.30 WIB petang nanti itu.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif dalam sambutannya menyatakan, ada keinginan dari Majelis Ulama Indonesia tingkat pusat, agar reuni 212 tidak ada lagi.

“MUI pusat ingin tidak ada reuni 212, tetapi MUI Jakarta mendukung makanya tetap ada,” kata Slamet.

Menurut Slamet, reuni 212 akan dipertahankan karena juga sebagai bentuk menjalin tali silaturrahim umat muslim Indonesia dan memang komando dari Habib Rizieq Shihab.

Di acara ini, Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS), juga murut mengisi acara melalui video pidatonya. HRS bicara mengenai kasus penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Rizieq mengatakan Ahok bisa lengser lantaran adanya kebersamaan umat Islam.

"Ingat bagaimana Ahok si penista agama lengser dan longsor, oleh karena apa? Karena adanya anugerah pertolongan Allah SWT lantaran keikhlasan dan kebersamaan umat Islam Indonesia dalam berjuang melawan arogansi rezim zalim," kata Rizieq melalui video yang ditayangkan di Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Padahal, menurut Rizieq, Ahok dilindungi oleh sejumlah kekuatan. Dia menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga media nasional ikut mendukung Ahok.

"Belajar dari itu semua di sana ada pertolongan Allah SWT padahal kita sama-sama tahu Ahok si penista agama itu dinaungi presiden dijaga kapolri dibela Panglima TNI, dilindungi KPU dan KPK, diusung partai-partai besar, dikampanyekan semua media nasional bersama para pengamat dan berbagai lembaga polling didanai konglomerat 9 naga merah," ujar dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Olympic, Badminton
wwwwww