Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
13 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
18 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Sempat Mencekam, Begini Detik-detik Evakuasi Warga Pasca Penusukan Bapak dan Anak

Sempat Mencekam, Begini Detik-detik Evakuasi Warga Pasca Penusukan Bapak dan Anak
Foto: kompas.com
Minggu, 22 Desember 2019 12:43 WIB
SUMATERA SELATAN - Sebanyak 140 warga daerah Selapan, Sumatera Selatan, yang tinggal di Desa Batu Belubang, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, diungsikan ke Mapolres Pangkal Pinang, Sabtu (21/12/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Evakuasi dilakukan aparat demi meredam amarah warga Desa Batu Belubang pasca-kasus penusukan yang menimpa Arfan (49) dan anaknya, Raffi (22), yang merupakan warga setempat.

Pelaku penusukan diduga warga asal daerah Selapan yang tinggal di Desa Batu Belubang.

"Memang sudah ada kesepakatan dengan warga, kalau ada warga Selapan mengganggu apalagi tadi ada penusukan, konsekuensinya ya harus meninggalkan Desa Batu Belubang," kata Kapolres Pangkal Pinang AKBP Iman Risdiono di kantor Desa Batu Belubang, Sabtu malam.

Kesepakatan untuk evakuasi, kata Iman, berdasarkan hasil musyawarah bersama perangkat desa setempat.

Evakuasi warga Selapan yang tersebar di RT 6 dan RT 8 Desa Batu Belubang menggunakan truk Brimob.

Kepala Desa Batu Belubang Darsih T Wulandari mengatakan, kebijakan untuk mengungsikan warga Selapan dilakukan demi memenuhi permintaan warga setempat.

Sebelum perintah itu dipenuhi, massa terus berkumpul di kantor desa.

Bahkan massa juga sempat menyisir lokasi kediaman warga asal Selapan di Desa Batu Belubang yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku penusukan.

Pantauan di lokasi, warga yang dievakuasi termasuk di antaranya belasan anak di bawah lima tahun (balita).

Mereka didata dan diinapkan di aula Mapolres Pangkal Pinang dengan pengawalan aparat bersenjata laras panjang.

Salah seorang warga yang dievakuasi, Merlin, mengatakan, dirinya tiba-tiba diminta keluar dari kamar kontrakan di Desa Batu Belubang.

Ia mengaku tidak mengetahui kasus penusukan, apalagi mengenal pelaku.

"Tidak tahu kasus itu, Pak. Tahunya sudah ramai kami disuruh pindah," ujar dia.

Merlin ikut dalam rombongan yang diangkut ke Mapolres Pangkal Pinang bersama suami dan dua anaknya yang masih balita.

Warga lainnya, Raswati juga diboyong bersama suami, anak dan cucunya. Dia juga mengaku hanya terkena imbas, dari terduga pelaku yang disebut-sebut berasal dari Kecamatan Selapan, Sumatera Selatan.

"Di sini suami kerja di TI (tambang timah inkonvensional)," ujarnya.

Aksi penusukan bermula ketika korban dan rekannya menegur pelaku yang melaju kencang mengendarai kendaraan minibus. Diduga pelaku tidak terima, sehingga mencegat dan menusuk korban saat pulang kerja.

Korban yang dirawat di RSUD Depati Hamzah Pangkal Pinang karena menderita luka robek di perut dan punggung.

Desa Batu Belubang merupakan daerah pesisir yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Selatan
wwwwww